Thursday, 28 May 2015

10,5 Hal yang Tidak Akan Dikatakan Karyawan yang Cerdas Emosinya di Kantor

Sahabat , hal-hal apa sih yang tidak pantas diucapkan oleh seseorang bila di tempat kerja?? dalam hal ini adalah kalimat yang berpotensi menimbulkan masalah,konflik, memicu kebencian ataupun dendam. Apa sajakah kalimat-kalimat itu?

Misal ada orang yang tidak cerdas karena kata-katanya. dia bilang " ada orang gendut" dan temannya selalu bilang begitu terus menerus, ih gendut banget ya, atau eh kayaknya kamu tambah bulet deh. akhirnya dia kesel dan bilang, aku gendut ini ngrugiin kamu apa sih...??? kadang orang mengucapkan hal tertentu yang tidak sadar bahwa itu menyakitkan orang lain.

Kemudian ada juga contoh misal ada asistean pimpinan yang mau diangkat jabatan oleh si bos, sibos bilang "please ya ini jangan dikasih tau siapa-siapa dulu karena ini masih dalam proses". tapi apa yang terjadi, ternyata si asisten itu sudah bercerita kepada temannya sehingga menyebar kemana-mana. akhirnya semua tau dan si bosnya mendengar hal itu akhirnya dia tidak jadi diangkat.

1. Hati-hati perkataan karyawan yg lebih pintar dari Bos sendiri, Mengatakan Dirinya Lebih Hebat dari Bossnya. Kalau kamu pinter, Kenapa mau jadi bawahan orang bego..!! artinya kamu sama begonya! kalimat kalimat yang merasa dirinya lebih pintar dari bosnya, ini nggak etis, bukan karena alasan dia si bos kita maka kita jadi takut. tapi dia bos mu dengan mengatakan dia lebih bodoh ibaratnya kamu menginjak kepalamu sendiri, apalagi kalau si bos mendengar maka dia bisa marah apalagi kalau sibos nya punya tipe pendendam, ujung-ujungnya karir kita akan digencet, akan dikotakan karena kita tidak bisa menjaga mulut kita.

2. Mensyukuri Kemalangan Seseorang Di Kantor. Misal ada rekan yang orang tua nya meninggal, dan dia mengatakan "syukurin orang tuanya mati tu", saya pikir tidak pantaslah kita begitu. apalagi bilang "syukurin tu makannya banyak dosanya tu", jadi seolah-olah kita menjugde orang tersebut bermasalah. Kalaupun orang itu bermasalah, bukan hakmu untuk judge dia. Orang sudah dalam kondisi kemalanngan, please lah berempati dalam hal itu, kalau Anda tau orang itu tidak baik maka tidak pantaslah kita seperti itu, itu haknya Tuhan, orang sudah malang kok di gitukan.

3. Marah dengan Kalimat-kalimat Jalanan yang Jorok dan Kasar, Kelihatan nggak intelek. marah-marah yang tidak terkendali apalagi menggunakan kata-kata kebun binatang, kata-katajorok lah, kata-kata jalanan. Ada pernah waktu itu saya ingat di meeting ada rekan yang marah-marah dan bos saya bilang "please controle your emotions , dan saya tidak mau ada kata kata kebun binatang disini, muncul di tempat ini." saya pikir ini baik karena kita harus bisa mengendalikan diri kita sendiri agar tidak merugikan kita. Ada  lagi cerita seorang teman yang pulang dari Batam dalam kondisi terpotong-potong akhirnya karena kebiasaan dia marah marah dan dia dibunuh oleh satpam yang pernah di marahinya. so becareful dalam hal ini.

4. Menceritakan Rahasia yg Dipercayakan Rekan Kerja Kepadanya. It’s about trust! Sekali dilanggar, orang nggak akan percaya! menceritakan rahasia yang sudah dipercayakan kepada orang lain, akhirnya terus cerita tersebut tersebar ke banyak orang. Belajarlah untuk menyimpan rahasia itu, akhirnya jika orang tau bahwa kamu suka bicara, kayak ember yang suka bocor kemana-mana, apalagi jika rahasia itu sebenarnya tidak enak buat dia. Lebih baik simpan deh rahasia itu.

5. Menghasut atau Menciptakan Opini yg Sangat Berpotensi Membuat Pihak-Pihak Tertentu Berantem atau Bermusuhan ataupun Salah Persepsi!. Profokator, atau misalnya "kok kamu mau ya di begituin kalau saya jadi cowo saya nggak mau dibegituin" akhirnya ada dua pihak yang bertengkar gara-gara kata-kata yang kita buat. Seneng lihat orang berantem, seneng lihat orang susah, akhirnya kalau ketika hal ini diketahui kita yang membuat masalah maka kita akan dibenci oleh orang lain, kita bisa dilabel negatif, dan ketika dua pihak tersebut berdamai dan mengetahui bahwa kita penyebabnya maka kita bisa dibenci oleh dua kelompok tersebut.

6. Menjelek-jelekkan Selera Orang Terhadap Sesuatu atau Seseorang di Kantor. - Merendahkan selera orang=merendahkan orang. Selera orang beda-beda, dikantor kadang-kadang khan ada yang pacaran, kemudian bilang "kok mau ya tampang horor gitu," please itu hak dia, khan dia yang pacaran dia yang jalanin kenapa kok lu repot. ada juga misal "masak kok manager bajunya begitu pembantu gue bajunya lebih keren
dari itu", atau "itu badan kok banyak pernak pernik itu kelihatan norak banget." Ingat!! lu suka belum tentu orang lain suka dan sebaliknya.

7. Menyerang, Menyalahkan dan Menggoblokkan Rekan Kerja di Ruang Meeting. It’s the boss to judge, not you! .Biasanya kalau di ruang meeting biasanya kita pasang topeng, eh tiba-tiba di serobot lalu bilang "eh kalian itu , kok bisa ya kapasitas seorang manager gak bisa , bisanya apa sih??" yang bisa menilai bisa kerja apa nggak adalah sibosnya, so becareful apalagi jika kita setara dan sebagainya, semakin kita menyerang adalah orang akan menjadi defensif dan akhirnya dia akan menyerang balik pada kita dan menjadi musuh.jadi ini bukan sasaran yang tepat dikatakan diruang meeting

8. Membuat Joke yg Merendahkan Seseorang Rekan, Padahal Mereka Kurang Akrab atau Orang Itu Udah Jelas-Jelas Tidak Suka Dengan Joke itu! . Orang sudah bilang jangan bilang itu tapi masih juga dia bilang begitu. misal sudah dibilangan jangan menghina, please jangan omongin itu lagi eh masih di ceritain l agi . Kadang dikantor kita tahu untuk bisa bercandaain orang, kadang-kadang kita hanya mengijinkan orang orang  tertentu untuk bercanda begitu, jangan merasa sok deket jika tidak deket karena bisa menyebabkan masalah tertentu. Apalagi jika orang sudah merasa tidak suka. misal "hai tutup botol" karena kacamatanya kayak tutup botol tebal, ada juga "manager otw on the way." karena kalau ditanya sering jawab otw. Sebenarnya dia nggak happy , dia tersinggungan  , ya udah jangan dibercandaiin lagi ya, ya udah kalau kita tahu ya disimpan tapi jangan diungkap gitu lho.

9.Mengata-ngatai kekurangan fisik seseorang, tapi diucapkan berulang-ulang. Once is joking…second is  insulting…third is humiliating!. misal, eh kok jerawatmu banyak sekali sih., kalau lama-lama bisa ditimpuk kita, seringkali orang seperti ini nyebelin banget. Sudah tau orang lagi berusaha supaya kurus eh malah dikatain, please empati, nggak usah diomongin terlalu banyak. sudahlah jangan diomongin lagi, so becareful karena itu bisa merusak hubungan.

10. Menyebarkan Gossip Tentang Seseorang,Yg Berpotensi Merusak Reputasi Orang Padahal Belum Tentu Kebenarannya. Misal eh kamu tau gak dia dulu pacaran tapi abori, please jaga reputasi orang.

10,5 Menjelekkan Agama serta Keyakinan Orang. Isu SARA! Sebelum ngomong pikirkan dulu akibatnya! Dampaknya buat kamu, dampknya buat orang lain! . Misal hari gini masih bakar sesajen. dia mempermasalahkan agama dia yang menurut dia tidak sesuai dengan agamanya, ini masalah yang sensitif banget, karena ini merupakan hak dia untuk melakukan tradisi beragamanya.

Sesi tanya jawab :

Misal kita sering dikatain orang terlihat aneh di kantor atau sering di bully, kita harus coba instorspeksi diri mungkin ini kesempatan bagus buat diri kita untuk improve, karena komentar orang bisa diakibatkan oleh perilaku kita yang memang aneh, jangan menyalahkan orang lain juga ketika orang lain berbuat seperti ini, mungkin kita harus merubah, bisa jadi karena memang perilaku aneh yang ada pada diri kita, yang perlu dilakukan adalah minta feedback pada orang yang memang jujur untuk diri kita. atau kadang kita juga harus berani mengatakan kalau kita merasa terganggu yaitu deketi orang itu dan bilang "kamu punya problem dengan saya ya sehingga kamu berkata seperti itu terus menerus kepada diri saya" begitu!. berarti jawabannya ada dua hal yaitu kita menyadari diri kita dan  mempertahankan hak kita.

Ada juga orang-orang yang suka mencari masalah pada orang lain, seolah-olah dirinya oke dan orang lain jelek. Sebenarnya psikologi orang-orang sepeti itu adalah orang yang bermasalah, saking banyak nya masalah yang ada pada dirinya sendiri sehingga dia mencari orang lain untuk menutupi masalahnya. untuk orang seperti ini sekali dua kali tidak perlu diladeni tapi kadang kita juga perlu tegas pada mereka itu.

Untuk orang-orang yang suka marah, Memang kadang harus dipertimbangkan situasinya, dalam EQ sebenarnya marah tidak salah, situasi yang sering terjadi pada seseorang mungkin membuat dia begitu marah. yang perlu diperhatikan itu lebih ke kata-katanya itu yang perlu diimprove lah. Marah sendiri sebenarnya bukan hal yang salah dalam EQ tapi perlu diperhatikan lah cara mengekspresikannya.

Kemudian bagaimana cara meningkatkan kecerdasan emosi?? coba dengarkan masukan-masukan yang positif , sehingga nanti lama-lama ketika kita melakukan kesalahan kita bisa sadar iya ya aku kok kayak gitu sehingga kita muncul kesadaran dalam diri kita, maka ketika kita bikin kesalahan lagi maka kita bisa sadar bahwa kita melakukan kesalahan. kita bisa meningkatkan kecerdasan emosional kita.

Sikap kita kalau ada orang yang ceplas ceplos, maka lebih baik kita kasih tau apalagi kita posisi sebagai teman, kasih tau saya tau memang salah tapi kamu bisa menggunakan cara yang berbeda. kasihan orang yang menjadi korban terus menerus, karena akan ada orang yang tersinggung karena perilaku ceplas ceplos seperti itu.

Kesimpulan: Merendahkan orang lain, tidak akan membuat dirimu lebih tinggi! sebelum ngomong pikir dulu. kalau orang lain mengatakan hal itu , kamu mau gak, kalau gak mau please jangan katakan karena bisa jadi anda menjerat leher anda sendiri.

No comments:

Post a Comment