Sunday, 7 June 2015

Digital Parenting

Bagaimana Orang Tua Menyikapi Anaknya yang Hobi Main Gadget? Sahabat sudah kita ketahui bahwa alat-alat gadget ini memberikan banyak manfaat. Tapi ada juga yang bilang gadget menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Kadang ada juga pengalaman yang lucu misal pada saat masing-masing kumpul tapi masing-masing pegang gadget.

Dulu televisi pagi channel cuma satu, sekarang channelnya begitu banyak. televisi perdaerah local tertentu. channel kabel tivi. Jurnal Pediatrics th 2004: anak yg nonton TV saat usia mereka 1 sampai 3 tahun mengalami penurunan perhatian saat usia mereka 7 tahun. jadi alternative begitu banyak. mau tidak mau orang tua berlomba daya tariknya dengan gadget/berbagai perangkat teknologi. dirumah jadi waktu semakin kurang karena orang tua bisnis . Orang tua sibuk, salah satu pengisi waktu senggang, adalah dikasih main gadget!. Dulu orang tua sesibuk-sibuknya masih punya waktu,NOW: banyak target (boss telpon, meeting) ,waktu utk keluarga jadi kurang,Di rumahpun msh berbisnis.

Dulu pendidikan orang tua masih terbatas,NOW:ortu pinter,tp anaknya justru jd sasaran pemenuhan ego & obsesi ortunya. Anak mau ngapain dan sebagainya, anakpun menjadi bagian obsesi sukses dari orang tua.

Dulu anak penurut. apalagi kalau cerita dari kakek nenek dulu. orang tua ehhmmm saja anak langsung sudah langsung masuk rumah. Sekarang anak-anak semakin pinter, IQ lebih tinggi,lebih banyak protes dan debat.
level tingkat kecerdasan intelektual anak kita semakin waktu semakin meningkat. dulu kita pelajari smp sekarang bisa dipelajari waktu kelasi 1 SD. jadi sd kelasi 1 dan gak ada masalah lagi.

Orang tua juga perlu membatasi untuk emosi bahwa memahami bahwa inilah yang terjadi dengan anak-anak kita. Kenapa ini jadi penting?. kenapa muncul istilah digital perenting dimana mana?. contoh kasus pembunuhan yang kasusnya ada seorang anak diam-diam menembak ibunya dulu dan temen temennya kemudian ia bunuh diri. kemudian di teliti ternyata salah satu game kesukaannya adalah sejenis yang main tembak-tembakan dan dia pun terobsesi dan mendapatkan informasi senjata lewat internet. padahal itu usia baru berapa.

Saya sendiri sebagai orang tua juga kadang-kadang harus sering memantau kegiatan anak , apakah di sekolah itu suka di bully, anak-anak itu kalau suka di bully kadang-kadang suka meledak. kita sebagai orang tua harus selalu berusaha memperbaiki pendidikan salah yang dulu pernah dilakukan orang tua kita. atau treatment yang berlebihan ini bukan lebih baik tapi menghancurkan hidupnya. Anak bingung mau ngapain, di rumah bosan, caranya dengan main game dan gadget!

Pada kasus diatas sang anak diberi hadiah natal ia dikasih hadiah senjata. Mereka sudah terbiasa dengan gadget sejak kecil. hobinya saat weekend adalah main game , makannya hati-hati . gimana kita menyikapi dan dimainkan oleh anak kita.

Ada contoh kasus lagi mahasiswa 23 tahun di jepang, kondisi psikologis nya adalah anak yang pintar, jadi waktu kecil dianggap sebagai anak yang cerdas dan pintar jadi anak teladan tapi ketika sering pulang sekolah dalam keadaan nangis lalu lari ke dalam video game.

Bahaya seperti itu yang bisa dijadikan investasi. kita harus melihat bagaimana pergaulan anak, lingkungan anak. kadang-kadang kenapa anak lari ke gadget, karena kita terlalu sibuk, karena kita tidak mau dianggap salah. salah satu alasan sebagai orang tua, karena nanti kalau gak main gadget ketinggalan jaman donk, pikiran orang tua dan akhirnya kita memberikan mainan gadget habis-habisan. 3 hal yang PALING DIKUATIRKAN anak muda sekarang: (1) batere habis,, (2) wifi nggak ada, (3) loading terus nggak selesai-selesai!

Kita sebagai orang tua harus konsisten. bikin kontrak sama anak ,jadi main gadget 2 jam 3 jam, kasih dia kesempatan main, 2 jam 3 jam harus kita take. Karena ada penelitian, jadi penelitian bahkan dengan tikus diekspose dengan monitor gadget. jadi tikus-tikus yang terbiasa dengan monitor gadget akan suka melanggar dan gak mau mengeksplorasi hal-hal baru dan menjadi berkurang aktif. so becareful!.

Jangan biasakan dikamar itu ada televisi. maunya nonton tivi gak mau tidur.

Orang tua sekarang tidak banyak waktu dengan anaknya , makannya sering-seringlah buat acara bersama, makan bersama atau yang lain.

Gara-gara main game mereka jadi agresif, mulai cepet untuk merasa bosan , karena satu hal yang luar biasa online game, mata itu di stimulasi terus-menerus dan memakasa anak untuk fokus ke monitor, dan menjadikan anak menjadi malas untuk belajar. belajar itu proses, dan proses itu kadang tidak bisa instan. dunia gadget itu khan cepat. so makannya waktu kadang menjadi pembatasan. dan bahaya yang lebih parah tidak bisa membedakan antara dunia fantasi dan dunia nyata. Bahaya Dari Kecanduan Gadget? Malas sekolah!-Antisocial-Agresif-Pembosan, butuh stimulasi terus2an-mulai punya fantasi yg aneh2!

Ada contoh seorang suami dan istri bercerai karena suami bisnis online jadi sang suami memberi anak hadiah gadget untuk menebus rasa bersalah dengan anaknya. sang anak main gadget dan dia happy. rasa bersalah sang suami memang hilang, tapi itu bukan solusi yang baik, Gadget sebagai cara untuk menebus rasa bersalah orang tua. makannya muncul istilah digital parenting , supaya kita jadi orang tua yang cerdas emosi. Alasan gadget karena orang tua malas mengurus anak jadi dikasih gadget langsung diem.

Problem kadang-kadang kita terobsesi pada anak-anak kita, ayo donk sukses donk, jadi kata-kata yang kita pakai sebenarnya punya obesesi yang salah, kita seringkali mendidik anak punya kesempatan seperti itu, yang membuat bahagia adalah beberapa yang membuat saya luar biasa adalah generasi-generasi yang bahagia berkarakter tapi juga mulia jadi itu yang harusnya menjadi fokus kita.

Dari orang tua sendiri sebenernya, anak kenapa pegang gadget karena kita tidak terlibat. kuatir anak kita ketinggalan gadget . jangan menjadikan anak kita menjadi obsesi kita, berbagai hal seperti itu muncul, nah bagaimana digital parent. Belajar lebih banyak berbicara dengan anak, communication sejak kecil , akhirnya tidak membuat anak lari ke dunia virtual.

Hal yang penting, jadi kalau punya facebook so becareful, jadi harus lebih dari 16 tahun , jangan membiarkan menipu-nipu usia. American Academy of Pediatrics: orangtua harus menunda pemberian gadget seperti tablet dan komputar sampai usia mereka 2 th. dan kalau perlu , kadang-kadang sebagai orang tua, main game bersama-sama bisa jadi momen yang menyenangkan jadi bukan hanya sebagai pelampiasan yang salah. Karena Gadget tdk Selamanya Buruk? Yes, ada banyak manfaat gadget buat anak ;Sumber informasi,;Alat komunikasi;Melatih skills kognitif tertentu. Kita minta anak untuk tidak main gadget tapi kita juga harus bisa memberikan contoh sehingga anak bisa meniru kita.

Sebagai contoh anak saya, mereka tidak akan pernah menyentuh gadget sampai hari jumat jadi cuma sabtu dan minggu saja. hukumannya adalah pengurangan jam main gadget. menikmati bersama-sama. Bikin kontrak dengan Anak berapa lama main Gadget! tetapi harus tetap konsisten.

Pentingnya monitoring, kalau mereka punya handphone kita harus tau passwordnya sehingga kita bisa monitor sewaktu waktu

FOSI (Family Online Safety Institute) "Talk with your kids;Educate yourself;Use parental control;Harus ada aturan&sanksinya

Kesimpulan: (1) Orang tua harus kreatif dan terlibat, jangan menyalahkan gadget. Mereka ketagihan karena salah kita juga. (2) Mulai ciptakan momen yang menyenangkan! . (3) Jangan kuatir anakmu akan ketinggalan teknologi!

No comments:

Post a Comment