Tuesday, 23 June 2015

DOSA dalam perspektif Happiness

"Orang tidak dihukum KARENA dosanya. Orang dihukum OLEH dosanya." --Arvan Pradiansyah. Dosa adalah salah satu cara untuk menjauhkan dari kebahagiaan . Tapi justru banyak orang mencari kebahagiaan dengan dosa. dosa dilakukan orang karena ingin bahagia. Dosa itu manis. Dosa itu sweet in the beginnin, but bitter in the end. dosa adalah manis awalnya pahit belakangnya. Ini menunjukkan bahwa yang seperti ini dihukum oleh dosanya. bahwa dia tidak menyesal karena dosanya.

Misal kamu berdosa. kemudian kamu dihukum. Sering kali orang mengatakan orang dihukum karena dosa. orang dihukum bukan karena dosa. orang dihukum oleh dosa. jadi dia dihukum oleh unsur intrinsik bukan dari luar. Ketika seseorang melakukan dosa, secara INTRINSIK (bukan EKSTRINSIK) dia langsung dihukum OLEH dosanya.

Ketika orang berdosa orang seperti membuat noda di kertas putih itu sehingga tidak lagi putih bersih. dan semakin banyak maka semakin hilang warna putih. dia dihukum oleh dosanya sendiri dan oleh sebab itu dia tidak lagi menyesal dalam melakukan dosanya.

Seringkali orang menyangkal bahwa semua kesalahan itu diampuni Tuhan . padahal Tuhan mengampuni dosa kita ketika kita merasa menyesal. karena banyak orang melakukan dosa tapi tidak menyesal. proses taubat itu adalah sholat dan sebagainya. bukan. proses tobat itu nomor satu menyesal. Kesalahan terbesar orang yang berbuat dosa adalah menyangka semua dosa akan diampuni oleh Tuhan. Padahal, Tuhan hanya mengampuni dosa jika kita menyesal. Jika kita tidak pernah menyesal karena melakukan dosa, bagaimana mungkin Tuhan akan mengampuninya?

Karena banyak orang melakukan sholat dalam pertaubatan tapi dia tidak menyesal. dan malah ada pernah dengar juga lagu dengan judul "dosa termanis" by tere, dan dalam lagu ini dia seolah malah menikmati. itu bukan menyesal. Adakah dosa-dosa yang kita kenang sekarang tapi malah kita nikmati?. mana mungkin Tuhan akan mengampuni dosa itu.

Saya jadi teringat iklan berkaitan dengan kertas putih yang ternoda "tidak ada noda maka tidak belajar" apakah seperti itu?? jadi pembelajaran itu tidak ada urusan dengan dosa. SALAH dengan DOSA itu beda. Kita harus bisa membedakan antara KESALAHAN dan DOSA nomor satu yang namanya salah itu karena kita belum tahu, kalau dosa sudah tau dilanggar. jadi pembelajarannya bukan saat dosanya itu. yang namanya pembelajaran itu saat kita melakukan kesalahan, sehingga kita ngerti mana yang baik mana yang tidak. tapi ketika Anda tahu tapi mengulangi lagi, itu yang namanya dosa

Nomor 2 .dosa itu adalah sesuatu yang disengaja. misal saya menginjak kaki Anda. Kalau tidak sengaja tidak dosa , tapi kalau saya berniat menginjak kaki Anda itu namanya dosa. Pembelajaran itu terjadi ketika kita melakukan kesalahan. Kenapa kita melakukan kesalahan? supaya kita tidak mengulang kesalahan dan melakukan dosa. Jadi Saat kita melakukan KESALAHAN, kita menjalani PEMBELAJARAN. Setelah berbuat kesalahan, kita menjadi tahu. Jika kita tetap melakukannya, kita berbuat dosa.

Manusia itu tempat salah bukan tempat dosa. Bertobat itu tidak semudah yang kita sangka. Langkah pertama untuk bertobat adalah MENYESAL Jika menyesal saja tidak, maka sesungguhnya kita belum bertobat. Apalagi jika justru bangga melakukannya. Saya dulu misalnya pernah nyontek waktu sekolah. jarang sih. Tapi sekarang saya ingin bertobat kok saya itu gak nyesel lho . kenapa? karena dengan dulu saya nyontek itu saya lulus dan dapat nilai B. Tapi saya kepingin banget nyesel bahwa saya itu nyontek. dan itu susah dan saya menikmati. Berarti tidak segampang yang dibayangkan bertobat itu. karena yang namanya bertobat itu langkah pertama yang kita lakukan adalah menyesal. Rasa cemas jangan-jangan Tuhan tidak mengampuni, tetapi yang dibutuhkan adalah menyesal untuk tahap-tahap proses pertobatan selanjutnya.

Taubat  itu adalah menyesal. Seringkali kita melakukan kita sholat taubat dan beranggapan Tuhan mengampuni kita. tapi kita tidak menyesal. Kenapa kita tidak menyesal? karena kita menikmati. kenapa kita menikmati? karena ini menarik.

Kita sering kali salah mengartikan happiness dan pleasure. Pleasure adalah kenikmatan jangka pendek. happiness kenikmatan jangka panjang. Dosa itu adalah ketika kita melakukan kesalahan yang dilarang Tuhan. Apa itu dosa? Dalam term religi, dosa didefinisikan sebagai setiap pelanggaran terhadap perintah dan larangan Tuhan. menurut smart happiness dosa itu adalah ketika kita mengorbankan kenikmatan jangka panjang untuk kenikmatan jangka pendek.

Paling suka itu makan tahu Sumedang, dan enaknya itu kalau pake cabe rawit. Perut saya itu agak sensitif dengan yang pedes-pedes. akhirnya diare. dan ketika makan tahu Sumedang itu menggoda dengan cabe rawit. ya udah deh tidak apa-apa. sudah tahu tapi tetap melakukan, dan saya harus membayar yang cuma 5 menit itu dengan seharian bolak balik ke toilet.

Manis di depan  pahit di belakang. Sering kali orang mengabaikan suara hati nurani. Sebetulnya hati nurani seseorang masih benar tetapi dia tetap melakukan kesalahan. Jadi dosa itu yang jeleknya adalah dosa seringkali menutupi hati nurani.

Orang tidak dihukum karena dosanaya. orang dihukum oleh dosanya. karena banyaknya dosanya dia menutupi hati nurani sehingga orang menikmati dosanya karena menutupi hati nuraniya. dan menganggap kertas yang hitam itu kertas yang normal.

Kenapa saya bilang tadi orang dihukum karena dosa. Bahwa dosa menciptakan kecanduan, apapun dosa itu ketika kita melakukan di awal terasa berat, tapi kedua akan ringan, ketiga semakin ringan dan terusnya , disinilah hukumannya dalam bentuk addiction.

Jadi setiap orang itu punya hati nurani. Hati nurani itu apa sih? hati nurani adalah suara yang berbisik, Saat kita melakukan kesalahan ada suara yang berbisik seperti pluit.. pritttt. dan hati nurani itu selalu bicara tentang kebenaran. Trust is earned not given. Saat ada orang yang menyesal, kita harus memaafkan, kepercayaan bisa kembali lagi dengan pembuktian perilaku.

Jadi kalau kita menyalahi adat disuatu tempat, apakah itu dosa?. Kalau dosa itu adalah kesalahan, kenapa itu kesalahan? karena kita tahu yang benar seperti apa. Apakah kesalahan bisa menjadi dosa?? kalau kita menyakiti dengan kesalahan itu. misal kalau di dunia barat itu khan kalau manggil orang yang lebih tua panggil nama, panggil calon mertua saja pakai nama, itu khan di luar negeri itu budaya. kalau kita orang Amerika ketemu orang Indonesia yang lebih tua kemudian ia memanggil nama itu bukan dosa tapi itu sebuah kesalahan untuk budaya Indonesia

Dosa itu universal. kesalahan tidak. tapi karena orang barat berada di Indonesia. Jadi dia tidak dosa tapi melakukan kesalahan. Dosanya adalah menyakiti karena orang tua di  Indonesia. Begitupun juga dengan mencuri. Dalam agama apapun dalam budaya apapun itu yang namanya dosa . universal. salah itu berkaitan dengan culture adat istiadat.

Kita sendiri tidak minta ampun. Bagaimana Tuhan bisa mengampuni?, dan bukti bahwa kita tidak minta ampun adalah kita tidak menyesal. mengajukan pengampunan itu syarat pertamanya adalah penyesalan. bahwa mendapatkan penyesalan itu sangat sulit sekali.

Memang Tuhan mengampuni setiap kesalahan, apa sih yang nggak diampuni oleh Tuhan?, tapi kesalahan kita adalah tidak dapat menyesal. padahal syarat utama tobat adalah menyesal.

Anak kecil yang mencuri kita harus mengatakan , bahwa mencuri itu tidak baik, belum dosa kalau tidak tahu, dan tugas kita untuk memberikan pembelajaran. dan yang namanya dosa besar itu tidak ada yang tidak dimulai dari dosa kecil. dan dosa itu awalnya berat untuk melakukannya apalagi ada rasa bersalah. tetapi ketika tidak ada edukasi sama sekali untuk hal  ini lama-lama akan menjadi ringan untuk dosa yang tidak dibenahi.

Lalu bagaimana dosa memperingatkan? dengan sistem alam yaitu dengan suara yang berbisik, misal kita ibaratkan radio motivasi yang suka memberikan pencerahan itu khan suara setiap hari. tapi kalau dimatiin radionya itu salah siapa? mungkin kalau kita melakukan kesalahan kepada orang, kita harus minta maaf satu persatu lewat email mungkin dan kita buktikan dengan sikap.

Lalu siapa yang menghidupkan radionya? dan mungkin tidak merasa itu sebagai dosa. karena kita yang mematikan hati nurani. terus kita bisa sadar bahwa radionya mati. jadi kalau radio itu kita matikan yang bisa menghidupkan siapa? ya kita. jadi peran motivator ustad kyai pendeta pastur itu hanya mengajak, hanya mengingatkan tapi kita tidak bisa membuat orang bahagia, bahkan saya tidak bisa membuat istri saya bahagia. Saya tidak bisa membuat mereka bahagia, saya tidak merasa bersalah. karena yang membuat bahagia adalah dirinya sendiri. Tugas saya hanya diskusi. tapi saya memberi pencerahan , inspirasi.

Ini tanda bahwa kita sudah jauh dari Tuhan ,ibarat handphone sudah tidak konek, tidak ada BTS. kita sudah terlalu tersesat begitu jauh. kita harus . sebetulnya itu selain menghukum kita dia memberi isyarat pada kita. titik keseimbangan, semua orang yang berada di luar titik keseimbangan akan merasa tersiksa dan mencari di mana titik keseimbangan itu.

Nah . di satu pihak menghukum dilain pihak dengan menghukum seperti itu. dia mengarahkan itu jadi rasakan ketidaknyamanannya kesengsaraaanya tapi jangan berhenti di sana, Anda harus mencari dan banyak stimulus di depan mata, dan banyak yang disesatkan oleh setan. Manajemen setan itu akan membawa orang yang eror ini akan semakin tersesat. Tugas kita sebagai pencerah dan motivator. ketika orang sedang error in connection akan membawa kembali ke titik keseimbangan yang baru akhirnya mencerahkan orang lain.

Bagaimana kalau kita dibayang-bayangin dengan dosa itu. tapi yang penting adalah kita menyesal. lakukan itu sampai Tuhan mengampuni itu. itu indikasi bahwa kita sudah diampuni adalah kita bahagia. happiness adalah kita kembali ke titik nol. Kertas putih yang ada bercak-bercaknya itu putih kembali. dan rasanya akan damai tenang. Esensi dari pertobatan adalah penyesalan. Setelah tumbuh rasa penyesalan, maka selanjutnya adalah ritual yang harus dilakukan. Setelah dosa yang prnh kita lakukan tidak lg menghukum kita, itu indikasi bahwa kita sdh kembali ke titik nol. Di titik nol itulah kita akan menemukan kebahagiaan. Ibarat kertas putih yang dipenuhi noda hitam, dan kembali putih. Itulah titik nol. Titik nol adalah titik equilibirum. Titik keseimbangan. Di sanalah ada kebahagiaan

Dosa itu harus kita lihat berdasarkan dampaknya, berdasarkan kerusakan yang ditimbulkan . misalnya kurang disiplin dampak yang ditimbulkannya seperti apa? mengambil yang bukan haknya dan lainnya. berarti dosanya juga menjadi lebih besar. jadi besar kecilnya diakibatkan oleh dampak.

No comments:

Post a Comment