Monday, 1 June 2015

Reksa Dana Investasi Santai

Saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan., problemnya adalah orang banyak yang belum tahu, saham apa?  obligasi apa? Banyak orang yang belum tahu makannya muncul reksa dana. Apa itu Reksa dana?? Reksa dana adalah wadah yang diperuntukkan untuk mengumpulkan dana masyarakat yang kemudian ada manager investasi profesional yang mengelola ini.

Saat ini saham sudah bisa dimiliki dengan modal yang mulai kecil. Misal 1 lot =100 lembar saham. Dengan 100 ribu saja sudah bisa membeli 100 saham.

Tetapi kita ingin membelinya supaya aman, bagaimana caranya?? Logikanya, kalau perusahaan merugi maka nilai saham juga akan menurun sehingga harga saham kita juga bisa turun. maka yang kita lakukan adalah kita membelinya bisa banyak saham sehingga resiko rendah karena ada nilai yang turun ada juga yang naik

Kalau reksa dana adalah wadah investasi dari banyak orang yang dikumpulkan kemudian dikelola oleh yang namanya manager organisasi adalah perusahaan yang mengelola. Karena banyak orang bisa beli obligasi banyak, di depositonya banyak, meski uang kita cuma 700.000 , atau 1000.000.

Bagaimana kita menilai atau mempertimbangkan manager investasi.? jadi banyak sekali di Indonesia sudah ada kurang lebih 80 manager investasi adalah sebuah perusahaan yang mempunyai ijin untuk mengelola portofolio investasi.

Makannya tidak mudah juga mendirikan perusahaan manager investasi yang memiliki orang-orang berkompeten didalamnya. jadi dana dana yang dikumpulkan dari masyarakat kemudian manager investasi malakukan analisa perusahaan mana yang bagus.

Jadi memang banyak penawaran, tapi masalahnya adalah apakah itu baik atau buruk? Oleh karena itu kalau kita mau investasi apapun kita harus mengerti dan jangan mempercayakan sesuatu yang tidak kita mengerti.

Ada dua cara investasi. yaitu salah satunya secara langsung kita harus terdaftar pada perusahaan pialang atau broker, kalau mau investasi langsung dan mau dibantu oleh software. Lalu bagaimana ia menjanjikan? jadi investasi itu tidak ada yang tidak beresiko, dan kita harus paham resikonya seperti apa, kalau mau membeli baik-baik kita harus melihat dulu.

Kadang orang tidak bisa membedakan mana investasi di saham (Bursa Efek Indonesia) atau di Bursa Indeks.  hati-hati!. pahami betul apa isinya.

Saya coba sampaikan, misal kita memilih bank mau taruh deposito. nomor satu adalah memilih manager investasinya sebelum memilih reksa dana ,sama ketika memilih deposito harus memilih banknya dulu. misalnya dari sisi pengalaman, berapa sih aset yang dikelola. yang ketiga dia juga harus melihat rekomendasi temen-temannya. dan yang paling mudah sebenarnya kita bisa membeli reksadana melalui bank, mereka juga melakukan judi regen. bisa datang ke bank, tanya sudah bekerja sama dengan bank mana saja.dan juga jenis reksadana , cara melakukan investasi. tim nya . record ini harus jelas.

Kalau saya menambahkan pilihlah 5 besar dari manager investasi di indonesia. karena biasanya asetnya biasanya banyak dan sudah berpengalaman artinya banyak orang yang menaruh investasinya di situ. Ketika kita stor uang kita sebenar nya uang kita di stor ke bank case study.

Prospektus adalah segala macam yang berhubungan dengan saham tersebut. jadi haruslah di baca itu prospektus sama calon investor.

Reksadana itu bukan hanya satu jenis :
Reksadana pasar uang = yang isinya adalah surat utang, (deposito. obligasi jangka pendek, resiko paling rendah)
Reksadana pendapatan tetap = jangka pendek
Reksadana saham = isinya , untuk jangka panjang
Reksadana campuran =
Reksadana terproteksi = obligasi
Reksadana syariah = ada syariah pasar uang,

Kalau mau belajar sambil berinvestasi, misal 500.000, maka tentukan dulu untuk jangka pendek misal 50%. yang satu juga untuk reksadana pendapatan tetap, dan satu untuk jangka panjang.

Dengan 5000.000  kita sudah bisa melakukan aset alokasi. jadi pemilihan jenis reksadana itu sangat tergantung dari jangka waktu kita berinvestasi. kita lihat jangka panjang mana yang lebih menguntungkan. 1-3 tahun ini disebut jangka pendek. jangka menengah itu di atas 5 tahun

Ada juga orang yang kuatir memang kalau reksadana kalau kita investasi haram atau nggak?? ini mungkin kita punya yang jenis syariah. Karena ada investasi di tempat-tempat yang nggak boleh misal minuman keras, rokok, jadi ada opsinya itulah hebatnya reksadana.

Potensi kerugiannya seperti apa?? Reksadana saham adalah saham-saham ynag ada di bursa. jadi nomor satu adalah kenapa reksadana ini bisa naik turun, karena masing-masing investasi yang ada di reksadana ini bisa naik turun.

Misalnya ada reksadana yang kita terbitkan 1997, 19 tahun, nah kita itu memberikan return untuk rata-rata saham 20% pertahun, ada misal 2008 misalnya bisa minus sampai 50 %, tahun berikutnya bisa 100 %.
tetapi karena dia dikelola biasanya dalam jangka panjang, jadi cukup tinggi kenaikannya itu yang sebetulnya menjadi investasi untuk jangka panjang, nah itu yang disebut sebagai potensi keuntungan. itu yang harus dipahami juga oleh investor.

Secara teoritis kalau marketnya lagi rendah, beli sekaligus banyak, maka akan mempunyai return yang bagus. kalau kita membeli sedikit marketnya tinggi ini akan mempunyai profit gedhe atau sebaliknya.

hari ini kita beli 5000. katakanlah 5 juta . sehingga secara overall kita membeli di harga yang tengah-tengah tidak terlalu mahal tidak terlalu murah. pasar uang biasanya cenderung mirip denan deposito. pendapatan tetap tetapi secara overall 5 sampai 10 % bisa juga dibawah itu kadang-kadang, campuran sekitar 10 sampai 15 % ,pastikan anda membeli sesuai dengan jangka waktu uangnya di pakai kapan.

Reksadana bisa dibeli at anytime. Reksadana ini memberi kesempatan pada semua orang di saham itu bagaimana , di obligasi bagaimana, reksadana ini merupakan jembatan untuk mencapai kehidupan kita di masa depan. Reksadana adalah salah satu cara berinvestasi, jadi tepatnya reksadana merupakan investasi keluarga,

Kalau mau tau reksadana beli 500 ribu 500 ribu deh. sambil menikmati nikmatnya reksadana. Bandingkan 2 jenis reksadana minimum lah 2 atau 3 jenis. 1juta punya 2 reksadana. Dengan memiliki anda bisa memahami dan belajar mengenai reksadana

No comments:

Post a Comment