Wednesday, 8 July 2015

EQ Tanpa SQ: Bahaya!

Selama ini, kita telah banyak mendengar slogan, “IQ membuat Anda diterima, tetapi EQ-lah yang membuat Anda dipromosikan”. Selain itu, juga ada banyak hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa EQ berpengaruh hingga 80% terhadap kesuksesan Anda! Semuanya memang benar adanya dan hal tersebut memang ditunjang dengan penelitian. Tetapi, jangan salah. Terlalu berorientasi pada EQ saja, tanpa dibarengi dengan Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient ataupun SQ), juga bisa berbahaya.

Sebagai contoh, kita melihat Hitler yang begitu mempesona. Sukseskah dia? Iya dong! Bahkan jutaan orang pernah memujanya. Namun, kita tahu bagaimana ia telah membuat begitu banyak orang menderita. Secara EQ, dia mungkin bagus, namun secara SQ, Hitler berbahaya! Karena itulah, EQ sebaiknya dibarengi pula dengan SQ. Begitu pula, kita melihat kehidupan ala mafia. Pintar, cerdas, punya komunitas yang kuat, tapi membahayakan!

Menurut anda apa ciri-ciri orang yang SQ-nya kurang?

Bagaimanakah ciri-ciri orang yang EQ-nya bagus tetapi dari sisi SQ-nya bermasalah?

Bisakah SQ diajarkan?

Apa bahayanya kalau SQ akhirnya juga berakhir dengan sekadar menjadi pengetahuan, tanpa dipraktekkan?

Manusia dibagi menjadi 4 dimensi yaitu dimensi fisik, mental/mind , emotion, dan spiritual. Dalam konsep pelatihan yang saya pimpin diupayakan menyentuh 4 bidang ini. olah fisik, pikir, rasa dan batin.

Banyak yang menganggap bahwa spiritual tidak berhubungan langsung terhadap target perusahaan. Karena kecenderungan mereka terhadap target yang cepat. spiritualitas berbicara apa yang benar apa yang salah bukan relatifitas. kalau ada yang cerdas fisik emosi tapi tidak spiritual maka bisa bahaya. Misal, Ada orang yang kuat cerdas, mereka begitu cekatan, mereka sanggup bersabar menunggu hasil kerjaannya, kalau terjadi kegagalan mereka tidak marah-marah, mereka berorientasi ke depan, mereka berorientasi kedepan, solidaritas sangant kuat, mereka saling tolong-menolong dan mendukung. dan mereka adalah mafia kejahatan di Jakarta.

Bagus juga seperti tadi dikatakan seperti kita bicara IQ, bagusnya kita juga bicara Spiritual. banyak yang bicara mengenai IQ jadi kesannya mengesampingkan Spritual. dan banyak orang yang IQ nya baik tapi spiritual yang kurang baik. Jadi IQ, EQ harus dibarengi SQ yang bagus.

Bukan jamannya orang ngomong aduh ngomong itu lagi, mengajarkan unsur-unsur yang berbau seperti itu. orang tau orang mengerti tapi belum tentu di praktekan. Banyak yang tidak menyadari kita berada dalam suatu wilayah. kita bicara tentang benar salah bukan dalam pengertian relatifitas. contoh misalnya yang tidak banyak disadari, sukses supaya bahagia, banyak yang tidak menyadari bahwa untuk sukses kita harus dalam keadaan bahagia dulu baru sukses. Untuk sukses kita memerlukan bahagia,dan bahagia itu dijalan Tuhan.

Nah bagaimana kita bahagia?? banyak yang kemudian mengatakan dengan bersyukur berterima kasih terhadap apa yang kita miliki yang ada pada kita, dan pada unsur spiritual question ini, ya Tuhan terima kasih hari ini kau berikan rejeki padaku. maka ini dapat membuat kita bahagia.

Potret seperti apa. yang kemudian memunculkan bahwa ini kita butuh sq?. Sebetulnya dari sebuah kegundahan ya, jadi gini saya ingin hidup bersih dan berkah adalah bahwa hidup bersih dan berkah akan melancarkan hidup saya dan membuat saya bahagia di dunia dan akhirat sehingga saat saya melihat praktek praktek yang tidak baik di negara kita, kita menjadi resah.

Misal, bahwa jalur busway yang dibajak, merokok di tempat AC, banyak orang yang miskin menjual barang-barang yang haram bukan hanya zat nya misal berformalin borak, ini keuntungan yang sedikit bagi kita tapi bagi mereka besar. Bagaimana ini bisa berkah, berkah itu adalah tumbuh dan berkelanjutan itu harus suci, sebab kalau tidak udahlah banyak secara empirik orang yang mendapatkan harta korupsi tidak akan selamat sampai dia mati.

Ada beberapa indikator yang ktia pakai untuk melatih meningkatkan SQ kita yang disebut kesaradaran awarenesss, siapa yang mengirim , siapa Tuhan kita, kita darimana, sebenarnya apa alasan kita dilahirkan di kota kita di jam ini dengan orang tua yang itu. ini pasti ada sesuatu. dan lahir di tanggal tersebut bukan sebelum atau sesudahnya. Utk memahami kebesaran Tuhan memerlukan intelektualitas yg tinggi,maka kita perlu melatih kesadaran2 kita

Pasti ada sesuatu yang kita cari, dan dari sini pada saat kita mati hanya hilang begitu saja apa iya seperti itu?. ini modal untuk melatih SQ kita, dan kita butuh IQ dan EQ juga untuk mengetahui tanda tanda Tuhan, kenapa gunung in begitu kenapa hujan, ini butuh intelektualitas.

Ada hubungan antara IQ, EQ dan SQ secara seimbang, cuma selama ini kita tidak melatih kesadaran-kesadaran itu sehingga yang muncul adalah awareness yang lainnya. caranya masuk kedalam diri sendiri, karena siapa yang mengenal dirimu maka akan mengenal Tuhanmu.

Ada juga contoh ada seseorang yang rajin ibadah tapi itu hanya sebuah kompetensi dan dia hanya terampil beribadah kompetensi untuk pencitraan, tapi kalau dia tidak melakukannya sebenarnya IQ yang SQ. Tapi akhirnya dari cerita orang-orang di sekitarnya kita bisa terheran-heran yang notabenenya bisa ceramah beribadah secaraa baik ternyata mengalami kehidupan yang manipulatif juga. Orang paham dengan spiritualitas tapi jarang yang dapat menjalankanya dengan baik. Banyak orang lahir dengan IQ pintar,lalu karena pintar maka mmbantu dia belajar EQ,tapi EQnya manipulative! Krn tidak punya SQ

Keheningan bukan berarti kita sendiri, karena ketika kita mampu melatih diri kita maka kita bisa berhening di tengah keramaian artinya di tengah mall kita bisa tetap sadar apa yang benar apa yang salah. sadar sadar sadar.

Dari dua hal, manusia itu diciptakan dengan sempurna, terus yang kedua adalah penelitian seorang gay professor apakah homo seksual itu di temukan dari keturunan, ternyata tidak, dari dua hal ini membuktikan bahwa moralitas adalah sebuah pengkondisian dari lingkungan , pengasuhan dan lain-lain, dari kecil bagaimana dia dididik, ini akan membentuk karakternya. artinya dengan demikian kalau kita ingin mengubah diri sendiri berarti kita harus belajar, kalau kita ingin masyarakat kita berubah. Orang pada dasarnya punya karakter yang dapat dikembangakan dari sisi psikologi yang saya pelajari.

SQ itu kita dari mana , kita siapa , mau apa, dengan melatih SQ kita akan menemukan fakta-fakta ternyata Tuhan itu ada, kita hidup di dunia ini memang berdasar jalan-jalan penuh cinta dan kebenaran yang disebut dengan hati nurani.

ALBERT EINSTEIN - Agama tanpa ilmu adalah buta, Ilmu tanpa agama adalah lumpuh. Tuhan tidak pernah melemparkan dadu, so IQ penting membuat kita nyambung, EQ membuat kita mempunyai perasaan menghargai tapi juga tanpa SQ dapat menimbulkan masalah , Mari kita meningkatkan SQ sehingga membahagiakan kita.

No comments:

Post a Comment