Thursday, 10 September 2015

Inferiority Complex:Perlukah kita merasa minder?

Ada beda antara Inferiority Complex dengan Minder,Awalnya minder(Situasional), tetapi jika terus menerus maka akan menggangu (ini yang disebut dengan inferiority complex). Dengan kata lain Jika minder terlalu menghinggapi diri kita, maka bisa berubah menjadi inferiority complex.

Sebenarnya minder itu tidak kita bawa sejak lahir, karena waktu lahir kita hanya membawa 2 emosi takut : yaitu Takut Ketinggian dan Takut Suara Keras. Bukan rasa minder!

Rasa Minder itu tidak muncul dengan sendirinya,  tapi ada hal-hal / situasi serta kondisi yang membentuk munculnya rasa minder:
1. Pola asuh orang tua yg salah (penuh celaan, larangan dan kritikan). Misal pernah suatu ketika saat kecil misal karena tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar maka selalu dikatakan bodoh secara terus menerus sehingga kata bodoh itu terulang-ulang di dalam pikiran yang akhirnya akan membentuk karakter si anak tersebut yang menimbulkan rasa minder karena menganggap dirinya benar-benar bodoh.

Namun ini ada beberapa yang sering membuat orang minder adalah Penampilan, Kemampuan, Keuangan, Pendidikan, Kolektif

2. Transfer pengalaman dan pola pikir dari orang tua ataupun lingkungan yg minder, jd ini = hasil pembelajaran , misal orang tua melarang anaknya berpacaran dengan orang yang status sosialnya lebih tinggi karena pada saat muda orang tua tersebut pernah punya pengalaman tidak menyenangkan dengan ornag yang berstatus sosial lebih tinggi, mungkin di tolak cintanya atau bagaimana sehingga pengalaman tersebut di transfer kepada si anak.

Pengalaman tersebut juga termasuk Pengalaman buruk dgn seseorang / pribadi tertentu dan Pengalaman kegagalan pribadi di masa lalu

3. Pikiran kita yang kadang menipu kita. Kita harus mampu menyelaraskan pikiran kita sendiri. Contoh jangan menganggap orang yang hebat itu lebih baik dari kita, karena siapa saja mempunyai kesempatan yang sama.

Tapi Minder juga sebenernya bermanfaat: jadi dengan minder orang menjadi nggak sombong, jadi menghargai orang lain, bisa melihat kelebihan orang lain, mengembangkan diri untuk mengatasi hal yang menyebabkan keminderannya.

Selain itu rasa tidak percaya diri juga dapat menjadi kekuatan jika kita mampu menutupinya dengan  menunjukkan potensi kita yang lain. Fokuslah pd kelebihanmu sendiri! Misal Untuk menghadapi minder dalam berbicara, bukan dengan menghapal skenarionya, tapi kuasai kontennya.

No comments:

Post a Comment