Thursday, 24 September 2015

Kenapa Kucing di Buang bisa Balik lagi ke Rumah?

Di sekitar rumah saya banyak terdapat area persawahan dengan tanaman tebu, ada di salah satu persawahan di tengah-tengah persawahan tersebut terdapat tempat pembuangan sampah dari warga sekitar, tak jarang karena area sawah yang luas dulu waktu saya masih SMP sering melihat beberapa ekor anjing liar lewat jalan di tengah persawahan tersebut . Ini adalah hal yang paling menegangkan ketika berpapasan dengan anjing liar.

Nah, suatu ketika saya sedang jalan-jalan pagi lewat tempat pembuangan sampah tersebut yang terdapat di area  persawahan, memang jalan ini adalah jalan yang ramai karena sering dilewati warga yang menjadi buruh pabrik rokok Sukun di Kudus sekaligus jalan untuk menuju pasar. Di sini saya mendengar suara kucing kecil sedang mengeong-ngeong, karena penasaran saya cari suara kucing-kucing tersebut dan saya menemukan ada dua ekor kucing yang masing-masing terpisah karena mencari makan dan kepanasan mungkin tapi saya lihat tidak ada induknya jadi saya pikir kucing ini adalah kucing buangan.

Karena saya kasihan kemungkinan kucing ini mati kelaparan atau dehidrasi karena juga jauh dari pemukiman warga dan usianya yang masih beberapa minggu kemudian saya berinisiatif untuk dua ekor kucing ini saya bawa  pulang untuk saya pelihara sehingga bisa besar dan dapat mandiri mencari makan sendiri dan bertahan hidup.

Wajah dan warna corak dua kucing ini hampir mirip karena kembar mungkin, dan keduanya berjenis kelamin jantan, namun sayang sesudah saya rawat dan sampai sudah agak besar salah satu kucing ini ada yang sakit dan tidak mau makan akhirnya mati, tapi masih tersisa kucing yang satu lagi dan tubuhnya gemuk masih hidup sampai saat saya menulis artikel ini.

Saya sangat suka bermain dengan kucing ini, apalagi ketika saya jalan-jalan pagi dia pasti ikut di belakang saya membuntuti, walaupun kadang-kadang saya jalan-jalan sendiri tapi tau tau aja tiba tiba dia muncul di belakang saya sambil lari-lari, memang kucing yang suka bermain.

Nah beberapa minggu kemaren tiba-tiba kucing saya hilang dan tidak ada kabar selama hampir dua minggu, saya pikir kucing ini sudah mati karena bertarung dengan sesama kucing, atau mati karena di gigit ular atau binatang apa, saya pikir ya sudahlah karena saya sempat menyisir area persawahan yang sering dia datangi ternyata tidak ada jejak dari kucing tersebut.

Tau-tau setelah hampir dua minggu semenjak tidak pulang ke rumah tiba-tiba saja ada suara mengeong di atas atap, saya tau ini suara kucing saya, karena dari suaranya memang beda dari kucing lain, suaranya agak kecil karena dia jarang berkomunikasi dengan sesama kucing dan sering kali dengan manusia sehingga cara bicaranya berubah mungkin.

Dan saya bergegas berlari melihat ke atas genteng ternyata memang bener itu kucing saya, yahhh kirain sudah mati, ternyata masih hidup, dan langsung saya kasih makan karena kelihatan perutnya yang kempis seperti habis dari perjalanan jauh. Saya pikir kucing ini habis di buang oleh salah satu tetangga saya yang tidak suka kucing karena disekitar rumah saya banyak yang pelihara binatang lain seperti burung, ikan, ayam dll. Sehingga kemungkinan kucing saya karena nalurinya sebagai pemangsa mungkin sering mendekati hewan-hewan yang dia anggap sebagai makanannya.

Tapi  yang saya heran dari kucing ini, kenapa ya dia bisa kembali ke rumah ketika di buang, dulu pernah saya punya kucing juga di buang sekitar 5 km dari rumah bisa pulang juga. hmmmmm apa dia punya GPS ya???

No comments:

Post a Comment