Friday, 18 September 2015

Percaya Diri

Krisis percaya diri adalah masalah yang dihadapi setiap orang, dari segala usia, Hanya saja bentuk masalah percaya diri dari berbagai kalangan usia itu berbeda. Saat kita tidak percaya diri, kita sedang berada dalam moment of unhappiness. Namun Ada banyak teknik untuk mengatasi krisis percaya diri, tapi teknik-teknik itu bersifat sementara. Untuk mengatasi krisis percaya diri, yang perlu diubah adalah cara pandang kita terhadap hidup.

Orang yang percaya diri adalah orang yang bahagia, orang yang menerima dirinya (self-acceptance). Saat kita memiliki pandangan self-acceptance, maka kita tidak akan membandingkan diri kita dengan orang lain. Karena Krisis percaya diri muncul saat kita membandingkan (kelemahan) diri kita dengan (kelebihan) orang lain. Kita harus menyadari bahwa setiap kita adalah unik, kita adalah the one and only

Ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain, kita akan bergerak ke arah dua kutub yang berbeda. Jika tidak tertarik ke kutub minder, kita tertarik ke kutub sombong. Alih-alih membandingkan diri kita dengan orang lain, kita seharusnya mendalami diri kita sendiri. Temukan keunikan diri kita, eksplorasi potensi diri kita yang dianugerahkan Tuhan kepada kita.

Fitrah setiap orang adalah percaya diri karena Tuhan menciptakan setiap manusia itu unik. Krisis percaya diri dipicu oleh pengalaman hidup, pola pengasuhan yang salah. Alkisah, seorang anak yang bernama Bart Conner bisa berjalan dengan tangannya. Bart selalu memamerkan keahliannya di hadapan tamu-tamu orangtuanya. Tapi apa yang dilakukan Bart tidak lebih daripada sekadar menghibur orang yang melihatnya.

Sampai suatu ketika, seorang gurunya mengajak Bart ke gymnasium. Di sana Bart melihat alat-alat senam yang klop dengan bakat alaminya, berjalan dengan kedua tangannya. Di sanalah karier Bart sebagai seorang pesenam profesional bermula. Kini Bart mengelola Bart Conner Gymnastics Academy bersama istrinya Nadia Com─âneci. Bart telah menemukan potensi unik dirinya plus memberikan kontribusi bagi dunia sebagai pesenam profesional. Kita baru bisa bahagia jika bisa memberikan kontribusi bagi dunia

Orang introvert berbeda dengan pemalu. Orang introvert adalah orang yang tidak banyak bicara, tapi tetap bisa percaya diri. Orang pemalu merasa dirinya kurang dibandingkan orang lain

Percaya diri itu bukan masalah teknik, tapi masalah mindset. Mindset itu bisa dibangun dengan cara menemukan diri kita. Temukan diri kita sespesifik mungkin, percaya diri kita pun akan semakin meningkat.

Dasar dari percaya diri (self-confidence) adalah harga diri (self-esteem). Dasar dari harga diri (self-esteem) adalah penerimaan diri (self-acceptance).

Ada kisah menarik dari seorang anak yang bernama Gillian Lynne yang didiagnosis menderita ADHD. Suatu ketika ibunya membawanya ke psikiater. Sang psikiater mengamati keunikan Gillian. Sang psikiater meninggalkan Gillian di ruangannya dengan alunan musik yang menyala. Sang psikiater dan ibunya mengamati perilaku Gillian yang mendengarkan musik tersebut. Gillian mulai menari mengikuti alunan musik. Gillian akhirnya menjadi ballerina profesional yang menciptakan lakon The Phantom of the Opera yang fenomenal

Kesimpulan : If you are confident, you are beautiful
If you wanna be happy, be happy now! 

No comments:

Post a Comment