Tuesday, 13 October 2015

Gangguan Kecemasan, Anxiety Disorder Penyakit Abad Modern

Entah penyakit ini sudah ada sejak dulu atau baru banyak populer sekarang ini, entahlah. Saya tidak dapat berspekulasi karena banyak kemungkinan kalau jaman dulu sudah ada mungkin tapi karena belum banyak spesialis kesehatan seperti sekarang ini sehingga lebih banyak yang berobat ke dukun dan ujung-ujungnya pasti mengira akibat kena santet. Tapi semakin modern ilmu pengetahun dibidang kesehatan maka sekarang ini penyakit semakin logis untuk di buktikan secara ilmiah.

Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat penyakit serangan panik ataupun gangguan kecemasan ini sebenarnya sudah tidak asing lagi, tapi di Indonesia sekarang ini baru populer dan semakin banyak yang menderitan gangguan kecemasan semacam ini dikarenakan pola hidup yang berubah, banyak stress serta pola pikir yang kurang positif.

Ada yang menduga bahwa gangguan panik ataupun ganggguan kecemasan ini ada hubungannya dengan masalah pencernaan dalam hal ini lambung karena orang yang mengalami gangguan kecemasan biasanya mengalami gejala fisik seperti mual, perut keram, kejang, nyeri ulu hati dan sebagainya. Banyak yang mengistilahkan ini sebagai "lingkaran setan" karena bisa jadi akibat sakit lambung menyebabkan kecemasan atau kecemasan dulu baru mengakibatkan asam lambung dan gangguan pencernaan, lagi lagi hal ini perlu untuk dilakukan pengobatan secara seimbang dalam hal ini pola pikir serta pemulihan kondisi fisik.

Menurut saya ini adalah penyakit yang kompleks karena selain pengobatan jiwa juga raga perlu di obati, karena penyakit ini biasanya datang ketika seseorang sedang dalam kondisi kurang fit, atau sedang drop serta banyak pikiran. akhirnya mengakibatkan listrik di tubuh menjadi kacau.

Banyak yang mengalami sakit ini merasakan berbagai macam gejala yang disebut psikosomatik artinya tubuh mengalami gejala seperti mengalami sakit fisik dan memang benar-benar dirasakan oleh penderita tetapi sebenarnya ini diakibatkan oleh otak yang salah memberikan informasi kepada tubuh sehingga mengakibatkan mal function dan tubuh memberikan alarm berupa berbagai macam gejala diantaranya jantung berdebar-debar, pusing, perasaan melayang, kepala berat, nyeri dada, kembung , kesemutan, pucat dan masih banyak gejala yang lainnya.

Dengan berbagai mecam gejala tersebut akhirnya menimbulkan semacam trauma untuk penderita yang mengikibatkan terjadi nya semacam phobia social atau bisa juga agropobia (takut mati) karena ini efek dari trauma sehingga mereka seolah-oleh terus diteror oleh perasaan cemas dan panik yang bisa terjadi kapan saja dimana saja tanpa megenal waktu.

Ada teman kantor saya yang mengalami penyakit ini ceritanya dia mengalami berbagai macam gejala sedikitnya seperti yang saya sebutkan diatas namun ketika diperiksakan ke ahli kesehatan menyebutkan dari berbagai macam uji atau tes kesehatan dinyatakan normal sehat tapi entah kenapa dia merasakan berbagai macam gejala akhirnya dia mencari second opinion dengan berbagai dokter maka dia menemukan seorang dokter yang tepat akhirnya dia diberikan obat lambung serta obat penenang. Akhirnya kemanapun dia pergi dia selalu ada alprazolam di dalam dompetnya. Tapi anehnya pil tersebut sedikitpun tidak pernah dia sentuh karena dia merasa tenang kalau ada alprazolam di dompetnya. Inilah hebatnya pikiran.

Sebenarnya obat penenang semacam golongan Xanax , alprazolam tidak perlu digunakan dan kalau bisa dihindari kalau tidak terpaksa dan memang belum benar-benar diperlukan mengingat efeknya yang bikin kecanduan sehingga untuk melepaskannya juga butuh waktu perlahan-lahan dengan sedikit demi sedikit mengurangi dosis sampai akhirnya bisa benar-benar tidak ketergantungan. Dan sebaiknya untuk mengobati gangguan kecemasan ini obat yang paling tepat adalah obat-obatan golongan antidepressan menurut forum yang saya baca.

Ohya perlu diketahui bahwa, untuk yang mengalami gangguan ini kalau mau berobat bisa ke psikolog ataupun psikiater, bedanya seorang psikiater adalah seorang dokter yang kalau Anda berobat pasti Anda di berikan obat entah itu obat penenang ataupun golongan anti depressan tapi kalau psikolog dia hanya memberikan terapi psikologi tanpa memberikan obat. Sekian dulu untuk artikel nya. Mungkin lain kali akan saya sambung lagi.

No comments:

Post a Comment