Sunday, 29 November 2015

Alergi makanan dapat menimbulkan kecemasan

Kadangkala kita melihat seorang ibu yang meyuapi anaknya dengan makanan tapi dengan nada suara yang tinggi karena anaknya susah untuk makan, tapi menurut saya cara ini bukan cara yang bagus untuk membuat anak lahap makan, dan justru cara ini dapat menimbulkan trauma anak terhadap suatu makanan. Memang dengan memarahinya tentu anak jadi makan, namun bukan karena si anak suka makanan tapi lebih karena rasa takut terhadap bentakan yang dikeluarkan oleh yang menyuapkan makanan.

Selain itu kadang juga ada  yang malah menakut-nakutinya dengan sesuatu pada saat anak tidak mau makan, misal kalau tidak mau makan nanti dibawa si  . . ...  (pokoknya dengan sesuatu yang menyeramkan), atau kalau tidak mau makan maka ayam nya akan mati, dan cara ini malah akan masuk ke dalam alam bawah sadar si anak ketika dewasa nanti dan tentu semakin lama dipendam akan semakin dalam dan ketika terjadi suatu masalah akan susah untuk melacak sumber muara dari respon anak tersebut terhadap sesuatu yang memicu timbulnya lagi perasaan yang terpendam tersebut.

 Sebagai suatu contoh, pernah mendengar ada anak yang tidak suka makan nasi?? iya tentu ada, pada umumnya masyarakat indonesia makanan pokoknya adalah nasi, walaupun ada di bagian daerah tertentu yang makanan pokoknya sagu, jagung , singkong dll, namun entah karena apa hampir semua masyakat kita jadi mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok.

Tentu menjadi hal yang aneh jika orang Indonesia tidak suka nasi, karena ada yang bilang belum makan nasi maka belum makan walaupun sudah makan mie ayam dan bakso, namun menurut saya ini bukan hal yang aneh, karena masyarakat luar indonesia seperti di amerika serikat atau china atau negara lain ada yang sehari-hari mereka makan roti, atau olahan jagung.

Dan bagaimana kalau tinggal di indonesia dan tidak suka makan nasi, tentu banyak yang beralih ke mie instant karena merupakan makanan yang mudah di dapat, namun lama kelamaan ini mempunyai dampak yang tidak baik bagi kesehatan karena kita tahu mie instan dapat di simpan dan tahan lama dan pastinya ada bahan bahan untuk membuat makanan tersebut awet.

Contoh di atas adalah sebagai salah satu dampak jika ada orang tua yang memaksa si anak makan namun dengan cara yang salah seperti membentak , memarahi. Apalagi jika kita tahu bahwa orang tua merupakan sosok yang otoriter dan tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk mengutarakan apa yang dia suka, dan apa yang dia tidak suka terhadap suatu objek atau sumber permasalahan.

Harusnya sebagai orang tua adalah memberikan pilihan terhadap anak, dan menelusuri kenapa si anak tidak suka makan? apakah lauknya yang tidak suka? atau memang jika tidak suka nasi maka baiknya jangan memaksa dan karena ada makanan lain selain nasi misal roti atau yang lainnya yang dia suka, cara ini saya nilai lebih menimbulkan dampak yang positif di kedua belah pihak baik untuk orang tua maupun untuk si anak agar kebutuhan gizinya tercukupi untuk perkembangan fisik serta mentalnya.

Karena tidak banyak yang tahu cara memaksa anak memakan makanan tertentu dapat menimbulkan antipati sianak terhadap makanan tersebut dan akhirnya menimbulkan alergi, dan alergi ini dapa menimbulkan berbagai gejala gangguan fungsional organ tubuh, dan tentu hanya ahli nya yang tahu masalah seperti ini karena banyak orang berobat namun obatnya tidak sesuai dengan penyakitnya karena banyak gejala dari suatu penyakit  yang mempunyai symptom yang sama.

Melalui artikel ini saya informasikan bahwa alergi tidak hanya menimbulkan berbagai gejala fisik namun juga dapat menimbulkan efek psikologis seperti gangguan kecemasan dan depresi. Dan ini perlu seorang ahli untuk penanganan gangguan seperti ini agar dapat tertangani dengan baik.

Demikian semoga artikel ini bermanfaat, dan silakan dikoreksi bila ada kajian yang tidak tepat melalui form komentar di bawah.

No comments:

Post a Comment