Saturday, 21 November 2015

Bekerja sesuai passion

Menjadi pelajar adalah masa yang mengasikan karena kebanyak kegiatan adalah belajar, bermain, kumpul temen, dan itulah pokoknya nggak mikir yang macem-macem apalagi mikir kebutuhan hidup masa depan, tapi tentu ini tidak semua, ada sebagian akan juga yang belajar sambil kerja dan mikirin masa depan.

Namun setelah selesai belajar pastinya banyak yang bingung mau ngapain, apa mau kuliah lagi atau kerja, kalau kerja, kerja apaan? mau jadi apa? karena waktu kuliah cuma belajar dan banyak yang belum tau setelah kuliah mau jadi apa? harusnya ini yang ditanamkan sejak di bangku kuliah biar gak nyesel ntar karena bekerja sesuai dengan passion.

Nah saya kira ada juga yang setelah lulus kuliah lansgsung dapat kerja, tapi hanya ikut ikutan temen, atau sekedar melamar di berbagai perusahaan seperti bermain lotre, asal taruh lamaran, pokoknya perusahaan yang mana saja yang menerima langsung berangkat kerja, daripada gak kerja, tapi di sini kerjaannya tidak sesuai dengan yang diinginkan, artinya tidak sesuai dengan harapan hati nurani, yang akhirnya dapat membebani pikiran serta mental.

Selain itu ada juga setelah lulus kuliah malah masih menganggur, atau melakukan kegiatan yang mungkin bagi orang lain adalah bukan pekerjaan seperti melukis, membuat kerajinan tangan yang akhirnya ada anggota keluarga atau temen menyarankan untuk mencari pekerjaan seperti di kantor atau pabrik, padahal memang di bidang kesenianlah bakatnya, jadi harusnya kita dukung bakatnya itu di support dari segi mental atau bahkan material karena saya yakin kalau sesuatu yang memang sangat di senangi suatu saat akan menjadi hal yang besar, bukan malah di rendahkan dan dianggap pemalas.

Menjadi minoritas adalah pilihan, karena banyak masyarakat sekitar masih menganggap hal yang wajar adalah hal yang banyak dilakukan oleh orang banyak , misal dilingkungan pabrik , dan pasti ada salah satu anak dilingkungan pabrik disarankan oleh orang tuanya atau saudara untuk bekerja di pabrik tersebut oleh karena kebanyakan masyarakat sekitar bekerja di pabrik tersebut, padahal masih banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan, atau bahkan bisa menjadi bos buat diri sendiri atau malah bisa menjadi bos buat orang lain.

 Karena saya pikir bukankah seorang pemimpin adalah seorang yang bukan kebanyakan  oleh karena pemimpin hanya ada satu bukannya semua menjadi pemimpin, jadi jangan khawatir kalau saat ini masih dipinggirkan atau dianggap mempunyai aktifitas pekerjaan yang dianggap tidak sesuai oleh masyarakat, kalau itu positif kenapa tidak? hal ini harus di mulai dari diri sendiri.

Kerja sesuai bakat atau kesengangan passion merupakan pekerjaan yang diimpikan, misalnya pemain sepak bola, mereka melakukan hobi nya bermain sepak bola, selain dia dapat memuaskan hasratnya untuk bermain sepak bola dia malahan dibayar untuk kesenangannya tersebut, apa ini enak atau enak???

Maka, sudah bukan saatnya saat ini anak yang tidak pintar matematika dianggap bodoh, kerena mungkin dibidang lain dia mempunyai prestasi lebih baik di banding temen temennya yang lain , dan inilah yang harusnya patut dikembangkan, dan dibantu untuk menemukan kecakapannya tersebut bukannya malah di bully, karena setiap orang pada dasarnya adalah unik, bahkan orang kembar pun tidak sama persis.

Sebagai orang tua juga saya sarankan jika mempunyai anak jangan suka membanding bandingkan dengan anak orang lain, karena sekali lagi saya tekankan setiap orang adalah unik, sehingga ini tidak akan mempengaruhi kesehatan mental si anak ketika dewasa dan dia tidak kebingungan mencari sosok yang ingin dia menjadi siapa karena dia tidak percaya akan dirinya sendiri sebagai akibat dibanding-bandingkan dengan anak lain, jadi biarkan dia mencari apa yang dia butuhkan dan tugas kita adalah menyediakan apa yang dia butuhkan untuk mencapai cita-citanya tersebut tentunya dalam hal yang positif.

Demikian, semoga bermanfaat, jika ada masukan silakan koreksi melalui form komentar.

No comments:

Post a Comment