Wednesday, 4 November 2015

Burung-burung di alam bebas

Tiap pagi saya sebisa mungkin menyempatkan diri untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi antara pukul 06.00 - 06.30 kira-kira lebih kurang setengah jam. Rutinitas ini saya lakukan semenjak tersadar pentingnya kesehatan untuk tubuh karena mengingat setelah lulus SMA saya lebih sering di depan komputer dan bekerja di dalam ruangan sehingga tubuh jarang terkena sinar matahari.

Matahari pagi baik untuk kesehatan tubuh, dan ada hal yang menarik di sini, setiap saya berjemur pagi karena di halaman rumah saya banyak pepohonan yang rimbun jadi sering di datangi burung-burung kecil, seperti burung kemladean, burung emprit, kutilang ,burung perjak dll. Saya senang dengan suara-suaranya yang membuat suasana alami tenang damai bahagia.

Burung-burung ini datang silih berganti, kadang datangnya satu-satu, kadang sepasang, kadang segerombolan, Namun akhir-akhir ini memelihara burung menjadi hobi di kota saya ini , dan orang-orang banyak beramai-ramai memburu/menangkap burung di alam liar untuk kemudian dijual karena harganya yang sedang melambung tinggi.

Ada juga hal yang lucu membuat saya tertawa adalah saat ada jenis burung bagus seperti lovebird atau burung laing yang biasa di pelihara orang sedang berkeliaran di alam bebas lalu diteriakin kalau orang sini menyebutnya"burung uculan" lalu beramai-ramai bersiul berharap burung ini datang kemudian dapat ditangkap. Masa tiap ada burung terus di cap sebagai burung yang kabur dari kandanganya, memang aneh-aneh, khan bisa juga itu burung yang memang sedang di alam bebas tak sengaja lewat dan hinggap di dekat rumah.

Bahkan ada yang menggunakan senapan angin untuk menangkap burung ini, saya tidak begitu suka dengan aktifitas orang -orang ini karena ada tetangga saya memburu burung-burung ini hanya sekedar hobi menembak dengan senapan angin, dan setelah burung-burung tersebut tertembus peluru dan jatuh ternyata burung-burung ini tidak dimakan malah dikasih ke kucing.

Saya tidak habis pikir kenapa senapan angin tersebut dapat diperjual-belikan secara bebas, walaupun sekarang di tempat saya masih ada burung-burung yang datang silih berganti tapi kalau masyarakat senang memburu burung-burung ini maka tentu  populasinya juga akan menurun.

Kadang saya berpikir untuk membuat sebuah penangkaran burung-burung tersebut dan membiakkannya kemudian setelah dewasa dan mampu untuk mandiri di alam bebas dapat saya lepaskan untuk dikembalikan ke alam, tapi saat ini masih terpikirkan dengan masalah pendanaan.

Saya sendiri suka dengan berbagai jenis burung terutama yang berukuran besar, seperti burung elang, burung gagak, burung hantu, burung bubut dll. yang sekarang burung-burung ini hampir jarang kita temukan di alam bebas. Semoga ada pihak-pihak yang peduli dengan beragam satwa ini dan tidak ada lagi perburuan terkait satwa-satwa ini.

No comments:

Post a Comment