Monday, 9 November 2015

Cara memperbaiki komputer yang rusak

Pertama kali saya mempunyai komputer saya hanya mampu mengoperasikan beberapa jenis aplikasi seperti office, aplikasi musik dan games tentunya. Untuk masalah hardware saya kurang banyak tahu. yang pasti waktu itu menurut buku yang saya baca bahwa komponen yang tertancap di motherboard tidak boleh disentuh menggunakan tangan kosong, selain itu saya juga takut kesetrum.

Namun karena setelah beberapa lama pemakaian komputer yang saya pakai tersebut tiba-tiba tidak mau menyala, hanya menyala sampai tampil setting bios habis itu restart lagi tidak mau masuk ke dalam sistem operasi, saya bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Waktu itu saya masih memakai komputer pentium III, memory 128 dengan harddisk 6GB dengan sistem operasi windows professional atau apa saya lupa pokoknya enteng banget sistem operasinya, sehingga kalaupun ada teman saya main ke rumah dan membawa flashdisk semua isi data komputer saya tersebut dapat di kopi ke dalam flashdisk termasuk sistem operasinya. Namun dengan spesifikasi yang seperti itu pun mampu membuat teman-teman saya yang mempunyai komputer dengan spesifikasi lebih tinggi malah suka main ke rumah untuk mengerjakan tugas kuliah bersama.

Saat komputer tersebut mengalami kerusakan untuk pertama kalinya, saya pun tidak berani untuk membuka-buka casing CPU karena ketidaktahuan saya dan takutnya malah kerusakan semakin parah, akhirnya saya bawalah komputer tersebut kerumah temen saya yang ayahnya bekerja sebagai teknisi komputer tapi sayang teman saya tersebut sepertinya tidak meneruskan kuliahnya sampai semester berapa dulu dia berhenti kuliah.

Nah, saat komputer tersebut saya bawa ke rumah teman saya itu komputernya saya tinggal karena yang dirumah hanya ibunya, setelah menginap satu malam saya jenguk tuh komputer ke rumah temen ku, eh ternyata belum di apa-apain.

Tapi temen saya  itu memang sudah pengalaman karena sering di ajak ayahnya untuk memperbaiki komputer-komputer di sekolah yang mengalami kerusakan, dan saya lihat apa yang dilakukan pada komputer saya, ternyata komputer saya di buka casing CPU nya dan main dibanting-banting aja tuh komputer, saya mau marah, tapi saya tahan dulu  mau lihat apa yang dia lakukan.

Habis itu di pegang-pegang bagian yang di motherboard, saya aja gak berani pegang, dia seenaknya aja pegang-pegang, makin gregetan saya, masa komputer saya di banting-banting terus bagian dalamnya di lepas pasang, di lepas pasang, dilepas pasang begitu.

Hahaha, tapi gak papalah akhirnya komputernya nyala juga, ternyata yang mengalami kerusakan itu bagian memorynya, karena itu komputer jadul jadi masih memakai memory yang seukuran 64MB ada dua keping jadinya 128MB kecil banget ya?? hhehe..  kemudian yang satu keping terdeteksi mati sehingga diganti oleh temen saya itu kebetulan dia punya banyak barang seperti itu bekas komputer yang lainnya , tapi sebagai teman lagi-lagi saya digratisin.
\
Dari situlah awal mula saya tahu bahwa memperbaiki komputer itu mudah tinggal ganti komponen yang rusak dan jadi, nyala lagi, kemudian untuk prosedur bongkar pasangnya juga gitu-gitu aja, banting-banting juga gak papa. memang kalau baca teori di buku itu kadang menyesatkan ada cara yang mudah malah dipersulit harus pakai gelang apalah apalah biar apa begitu, tapi selama saya memperbaiki komputer punya saya sendiri maupun klien gak pernah pake gelang-gelang tersebut nyatanya gak ada masalah. yah itulah. hehhe

Yah, tau tau udah panjang banget artikelnya, hhhahahha.. sekian dulu, semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment