Saturday, 7 November 2015

Ide-ide kreatif muncul di saat kondisi kepepet

Kerja sendiri lebih kreatif, dulu saat saya masih kerja sama pihak tertentu semua kerjaan sudah ada jadwalnya masing-masing , hari ini ngerjain ini, besok ngerjain itu jadi pikiran hanya fokus pada pekerjaan-pekerjaan yang diberikan sama sibos tanpa banyak pikir, tapi gak enaknya hal itu seperti mematikan kreatifitas jadi kalau gak ada yang nyuruh ya gak kerja bingung mau ngapain.

Enaknya menjadi karyawan itu tiap bulan gajian, entah itu kerja atau nggak yang penting absensi penuh, tapi gak enaknya gajinya ya segitu saja, jadi gajinya terbatas tergantung kebijakan perusahaan.

Namun sekarang sudah tidak begitu lagi, semenjak memutuskan untuk menjadi sibos sendiri, sekarang pikiran menjadi lebih hidup, kayak ada aliran listrik yang tiba-tiba ngalir di otak sehingga menyalakan kreatifitas yang dulu susah untuk muncul, bahkan dipaksa-paksa di depan komputer pagi, siang, malam tetep aja gak ketemu ide.

Tapi untuk yang baru terjun ke dunia wirausaha yang asalnya adalah karyawan mungkin akan mengalami masa transisi dan mungkin akan bingung dengan kegiatan yang harus dilakukan, namun ini adalah hal yang warjar karena biasanya melakukan kegiatan yang terjadwal dan terstruktur sekarang tiba-tiba bekerja tanpa jadwal dan selalu siap sedia jika ada kesempatan atau peluang.

Setelah tidak terikat dengan pihak manapun alias menjadi pengangguran atau apalah itu saya bebas menentukan apa yang mau saya kerjain, saya dapat mencari ide sambil mengukur panjangnya jalanan dengan speedometer tengok kanan kiri mana yang dapat dijadikan uang, dan memang nyata ide banyak bermunculan sampai-sampai saya catat di mana-mana, ada di komputer, smartphone, buku, dll

Kemudian yang menjadi masalah adalah idenya sudah ada namun untuk merealisasikan ide tersebut butuh suatu usaha tentunya harus ada elemen-elemen yang dibutuhkan seperti modal dan mental, karena sebagai seorang yang bekerja sendiri tentu mental sangat dibutuhkan.

Untuk masalah gaji sebagai seorang wirausaha bebas menentukan berapa gaji yang ingin diperoleh dalam setiap bulannya dan ini tidak terbatas tergantung bagaimana kita kerja, apa yang kita kerjakan, tapi ini perlu sebuah kegiatan yang konsisten dan perlu komitmen yang tinggi untuk mencapai hal tersebut.

Disiplin kerja memang harus dikondisikan mengingat sebagai seorang wirausaha harus menekan monyet-monyet yang ada di dalam diri (minder, malas, takut, dll / emosi-emosi yang menghambat diri untuk berkembang) dengan cara mengatur jadwal apa yang harus dilakukan dan memang harus dilakukan dan melakukan dengan cara sendiri misal untuk menekan rasa grogi saat bertemu dengan orang yang mempunyai jabatan tinggi bisa ke kamar mandi dulu sambil loncat-loncat biar monyetnya terlatih dulu monyetnya kita exercise biar dia nurut dengan paa yang kita mau bukan kita yang dikendalikan monyetemosi.

Sebenarnya banyak ide bermunculan dalam berbagai bidang, namun ide-ide ini tidak dapat langsung semuanya direalisasikan, harus fokus dulu pada satu ide kemudian di laksanakan sampai semua berjalan secara otomatis dan baru meloncat ke ide berikutnya untuk dikerjakan dan begitu seterusnya , dan ide-ide ini tak terbatas.

Demikian, pengalaman setelah menjadi seorang wirausaha ternyata semua bisa menjadi usaha, namun uang tidak dapat membuat kita bahagia, karena kebahagiaan ada bukan karena uang, tanpa uangpun orang dapat bahagia . . hahahah jadi bingug senidiri gue,, hahaha ya sudahlah . . semoga bermanfaat, salam sukses

No comments:

Post a Comment