Wednesday, 11 November 2015

Jangan sering membentak-bentak anak

Untuk para orang tua janganlah suka mengolok-ngolok atau merendahkan si anak, apalagi anak sendiri didepan orang lain maupun saudara yang lain karena ini dapat mempengaruhi mental si anak, apalagi jika ini terjadi secara terus menerus dan biasanya ini terjadi pada keluarga yang maaf pendidikannya masih kurang.

Kepribadian anak sebagian besar terbentuk dari lingkungan keluarga karena dari sinilah anak dibesarkan kemudian menjadi pondasi pembentukan karakter anak dalam kehidupannya, oleh karena itu orang tua harus sasdar betul apa yang patut untuk dilakukan terhadap anak termasuk pola asuh, pola didik maupun bagaimana cara berinteraksi dengan si anak.

Anak yang cenderung suka dimarah-marahi, diledek, direndahkan di depan umum, akan cenderung mempunyai mental yang rapuh, pendiam, penakut, dan hal ini tentunya akan malah membuat repot jika si anak sudah tumbuh dewasa karena dia merasa sebagai tipe yang suka di buat kalah-kalahan dan apalagi mempunyai rasa tidak berdaya untuk melawan  perasaannya tersebut, tentu akan merepotkan orang tua karena selalu merasa tergantung kepada orang tua dan cenderung susah mandiri.

Kadang juga ada anak yang masih suka mengompol walaupun sudah berada di bangku sekolah SMP, ini terjadi pada tetangga saya karena saya amati orang tuanya selalu membentak-bentak, apapun yang dilakukan si anak selalu dibentak padahal saya lihat dia tidak melakukan kesalahan yang begitu berarti, dan akhirnya ini membentuk kepribadian anak yang suka memendam amarahnya sehingga secara psikologis ini akan menjadi seperti sebuah bom waktu di  pikirannya yang suatu saat kapanpun dapat meledak, dan itu yang menyebabkan si anak sering mengompol walaupun sudah dewasa saya kurang tau apa  hubungannya dengan psikologi tapi saya pernah membaca sebuah penelitian yang hal itu memang ada hubungannya dengan alam bawah sadar.

Berbeda dengan anak yang dibesarkan dengan banyak motivasi, segala perbuatannya selalu diberikan apresiasi serta dihargai, kecukupan gizi sandang pangan terpenuhi, tentu ini akan menjadi manusia yang hebat, tangguh serta mempunyai percaya diri yang tinggi, merasa selalu ada energi untuk menghadapi apapun masalah yang datang di kehidupannya kelak.

Namun semuanya itu juga harus seimbang, kapan kita bersikap keras pada anak dan kapan kita bersikap loss terhadap anak, sehingga anakpun tidak menjadi mudah menyesuaikan dimanapun mereka berada dan mampu beradaptasi dengan berbagai keadaan yang baik maupun kurang bersahabat.

Selain itu juga untuk menasehati anak jangan suka menggunakan bentakan-bentakan ataupun ringan tangan, karena itu akan ditiru oleh sianak saat dia menjadi seseorang yang berkuasa terhadap sesuatu, sebaliknya berikanlah pengertian penjelasan mengapa tidak boleh melakukan hal ini ataupun hal itu, berikan dengan berbagai sudut pandang, baik dari sudut pandang positif maupun sudut pandang negatif.

Demikian artikel ini dibuat, tentunya agar banyak orang tua sadar bahwa anak adalah anugerah  yang harus di jaga baik-baik agar kelak menjadi seseorang yang berguna bagi siapapun, semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment