Tuesday, 10 November 2015

Pengalaman COD beli barang online

Sekarang ini media online sudah menjadi hal yang biasa, orang dengan mudah mendapatkan informasi dari internet, ada yang sekedar nulis blog memberikan informasi, ada yang mencari temen melalui media sosial, atau ada yang berjualan lewat media online.

Saya sendiri kadang kalau mau membeli sebuah barang terutama barang bekas terkadang suka mencari-cari informasi mengenai barang yang mau dibeli, seperti kisaran harga, kelengkapan barang, membedakan barang original dan replika, atau informasi spesifikasi tentang barang yang mau dibeli. Hal ini penting mengingat barang yang dibeli adalah barang second apalagi sejenis perangkat elektronik yang sudah tidak bergaransi.

Kebetulan baru-baru ini saya mencari kamera dslr, kemudian saya mencari-cari harga kamera yang sesuai dengan budget yang saya punya, karena saya masih bingun karena belum pengalaman tentang kamera maka saya tanya sama temen tempat yang jual kamera second dimana yang bagus, kemudian mendapat rekomendasi dari temen bahwa dia langganan di sebuah toko kamera di semarang, akhirnya sayapun melalui line whatsapp menghubungi toko kamera tersebut dan bertanya-tanya mengenai ketersediaan kamera yang saya cari, memang ada tapi harganya selangit dan ini kamera memang untuk level atas padahal saya mencari kamera yang hanya untuk ambil photo sederhana saja.

Kemudian juga kebetulan ada temen juga yang bekerja sebagai fotografer, dan saya inget satu bulan yang lalu main ke rumah dan katanya mau jual kamera yang lawas punyanya, dan saya ditawari juga kamera tersebut, namun sekali lagi saya tidak sabar menunggu untuk dia mendapatkan pengganti kamera yang lebih baru, akhirnya sayapun tidak jadi membelinya karena terlalu lama saya menunggu padahal saya butuh cepat untuk menggunakan kamera tersebut.

Lalu atas dasar rekomendasi dari temennya adik saya, saya dikasih kontak seorang yang memang berpengalaman di bidang fotografi dan juga berjualan kamera second serta berbagai aksesorisnya, sayapun lagi-lagi bertanya melalui line whatsapp, akhirnya ada juga kamera yang sesuai dengan kebutuhan saya namun sayang karena saya masih mengharap kamera yang punya temen saya di paragraf atas ini jadi malah keduluan dibeli sama orang lain, sayapun sedikit menyesal namun kemaren saya dikabari bahwa ada kamera lagi yang baru dia dapatkan dan diinformasikan ke saya, dan akhirnya saya booked dan tadi sore transaksi terjadi di rumahnya, dan kamera pun berpindah tangan.

Namun yang saya heran, saya khan tinggal di kampung, di sini halaman rumah-rumah masih luas, rumah jarang yang ada pagarnya, tetangga ramai bercakap-cakap atau sekedar main ke rumah tetangga untuk ngobrol-ngobrol, banyak anak kecil bermain, dengan tetangga pada saling kenal. Lah tadi saya pas cari lokasi rumah  penjual kamera saya tanya ke tetangganya "mba perum **** itu dimana ya? katanya daerah sini" tapi mba nya kagak tau, padahal kalau diitung-itung jaraknya kagak ada 50 meter dari rumah tersebut, cuma jalannya memang muter-muter pagarnya tinggi-tinggi, halaman rumah pada tertutup sepi.

Kemudian saya berinisiatif mengikuti ancer-ancer  yang diberikan oleh penjual kamera tersebut akhirnya saya bertemu dengan gang yang saya kira adalah jalan menuju perumahan tersebut dan bener ada pak satpam dan saya tanya rumahnya pak **** dan saya di kasih arahan sama nomor rumahnya, kemudian saya bingung lagi padahal sudah sampai di depan rumahnya pas, terus saya tanya sama ada orang kelihatan kerja membuat lemari atau apa ya di rumah yang di depan rumahnya pas, mungkin tukang kayu, rumahnya pak **** dimana ya? rumah nomor sekian, tapi dia kelihatan bingung, dan malah ditanyakan ke orang  yang di dalam rumah dan memang di tunjuk ke rumah yang depan rumah pas tersebut.

Itu pengalaman saya cod di perumahan di perkotaan. Tapi saya puas tadi dirumahnya diajari cara menggunakan kamera malah dibikinin coret coretan juga, baik banget orangnya.

No comments:

Post a Comment