Monday, 11 January 2016

Jangan jadikan "Tapi" sebagai alasan

Tahun 2016 baru saja dimulai, apakah Anda sudah menentukan apa yang harus Anda lakukan ataukah Anda sudah melangkah bersama target-target Anda di tahn 2016, ataukah masih berangan-angan mau melakukan apa? Nah sebaiknya Anda sudah memulai target anda di tahun 2016.

Banyak orang yang menjadikan tapi sebagai suatu cara untuk menyalahkan sesuatu di luar dirinya, seperti saya mau sekolah tapi tidak ada mobil , saya bisa sukses tapi tidak punya modal, saya bisa kurus tapi makananya enak-enak.

Kalau hal ini diteruskan maka lama-lama akan menjadi kebiasaan, dan selalu menyalahkan sesutu di luar dirinya, padahal semua yang terjadi pada dirinya adalah tanggung jawabnya sendiri, bukan sebagai akibat dari energi di luar dirinya, memang ada sesuatu yang tidak dapat kita kontrol seperti hujan, cuaca panas, dll, tapi kita dapat menentukan apakah kita mau basah dengan hujan atau tidak, nah bagaimana caranya agar tidak basah, tentu kita harus menggunakan payung atau berteduh di emperan rumah  atau yang lainnya.

Maka dari cerita tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa kita bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri, apa yang terjadi pada diri kita, gampannya gini kebahagiaan kita sepenuhnya 100 % adalah tanggung jawab kita berada di tangan kita sendiri, orang lain dapat menilai kita bahwa kita bodoh tapi mereka hanya melihat dari luar maka kita dapat membuktikan bahwa tunggu 1 tahun yang akan datang kita akang menjadi pribadi yang lebih pintar daripada orang tersebut.

Seperti sebuah cerita yang selalu saya ceritakan bahwa biji mangga hanyalah biji mangga, tapi kita belum dapat melihat bahwa di dalam biji mangga tersebut terdapat tangkai, terdapat kayu, terdapat buah yang manis, namun pada kebanyakan orang yang tidak melihat potensi ini hanya menganggap nya sebagai sampah. Oleh karena  itu maka kita sebaiknya jangan terlalu memikirkan apa yang orang lain cap atau katakan kepada diri kita karena kita sendiri lah yang mentukan kita mau jadi apa.

Banyak  orang di luar sana  yang sudah bersiap di tahun 2016 ini untuk menggapai kesuksesannya masing-masing dan memilih jalan mana yang akan dilewati walaupun  harurs bersimba darah, namun apa jadinya jika Anda masih molor dan masih tidak melakukan apa apa, maka apa yang menjadi hak Anda dapat mungkin di rebut oleh kompetitor yang sudah duluan melakukan hal yang masih selalu menjadi angan-angan Anda.

Maka di tahun 2016 ini marilah kita tanamkan di dalam diri masing-masing bahwa apa yang terjadi pada diri kita adalah 100% tanggung jawab kita. Semoga sukses

No comments:

Post a Comment