Saturday, 16 January 2016

Jika Sass dan Compass akhirnya hanya menghasilkan CSS, kenapa tidak langsung menulis CSS?

Reaksi awal saya ketika melihat pada CSS preprocessor Sass adalah, 'jika pada akhirnya hanya menghasilkan CSS, kenapa saya tidak hanya menulis CSS?' ternyata, ini adalah reaksi banyak orang. Setelah semua, kita menggunakan CSS setiap hari, kita dapat (berharap) menggunakannya untuk fix semua masalah layout yang dilemparkan ke kita, membanugn responsive website yang ditampilka secara indah pada semua perangkat.

Lebih jelas, Sass tidak akan membuat kita menghasilkan CSS lebih baik. Sebagai contoh, jika Anda tidak mengerti bagaimana menggunakan CSS sekarang, Sass dan Compass tidak akan mengisi jarak dalam pengetahuan Anda. Bagaimanapun  juga, Sass memungkinkan kita untuk menulis CSS lebih cepat, dan lebih mudah sambil menjaga style sheets lebih mudah untuk dipelihara.

Sass, LESS, or Stylus?
Kemungkinannya adalah , jika Anda membaca ini, Anda siap melakukan sedikit penelitian dan memutuskan untuk melihat Sass sebagai lawan dari LESS or Stylus. LESS dan Stylus juga merupakan CSS preprocessor yang sama halnya dengan Sass. Itu adalah pendapat saya bahwa Sass lebih baik dan bahasa yang powerful. Meskipun demikian saya mengakui bahwa dokumentasi untu LESS dalam bagian tertentu dapat membuatnya terlihat lebih mudah untuk berpegangan dengannya. Oleh karena itu, jika Anda suka untuk membaca sebuah ringkasan yang bagus dari bermacam pros dan cons dari Sass dan LESS, cobalah untuk melihat postingan yang bagus dalam CSS Tricks website, yang ditulis oleh maestro Chris Coyier: http://css-tricks.com/sass-vsless/

No comments:

Post a Comment