Saturday, 30 January 2016

Ketemu tanaman lateng

Hari ini seperti biasa pagi yang cerah sehabis sarapan teringat denga kelinci kesayangan, masa saya sudah sarapan kelincinya belum sarapan juga, kasihan, sehingga saya harus mencari rumput ke sawah lagi.

Rumput yang saya gunakan untuk pakan kelinci tidak pilih-pilih karena saya tidak tau mana yang disukai kelinci dan mana yang tidak, tapi seperti nya kelinci menyukai semua rumput. Jadi apapun rumputnya saya ambil.

Namun kelinci paling suka jenis rumput yang daunnya lebar, saya kurang tau apa nama rumputnya , yang pasti tanamannya ada gagangnya panjang-panjang.

Nah karena tanaman yang disukai rumput tersebut beraada di semak-semak saya dengan semangatnya asal ambil saja. yang penting karung penuh dengan rumput tersebut, karena lagi malas pergi mencari rumput yang agak jauh jadinya mencari yang deket rumah saja.

Tapi baru beberapa genggam rumput yang masuk ke karung tangan saya merasa gatal, dan saya kira penyebabnya adalah ulat bulu, lantas saya cari-cari di semak-semak tersebut dan nyatanya saya tidak menemukan satupun ulat disitu.

Lalu saya teringat ada tanaman yang menyebabkan gatal, yaitu lateng, sejak dulu saya sudah mengetahui bahwa lateng dapat menyebabkan gatal, namun saya tidak paham betul bentuk tanaman lateng, karena bentuk tanaman semak seperti ini mirip-mirip.

Dan mungkin inilah yang menyebabkan tangan saya merasa gatal, dan pastinya ada tanaman lateng yang masuk juga ke karung , tapi saya tidak ambil pikir, nanti kalau mau saya kasih makan kelinci aja saya buang.

Nah sehabis terkena insiden gatal  ini barulah saya mencari bentuk aslinya tanaman lateng di internet, ternyata betul banyak saya jumpai tanaman tersebut di semak namun saya tidak menghiraukannya. huhhh dasarrr,,, lain kali akan ku basmi tanaman seperti ini jika menemukannya atau saya menghindarinya agar tidak terjadi kontak dan menyebabkan gatal-gatal.

O iya , sebelum saya berangkat mencari  rumput tadi pagi, saya sengaja lewat belakang rumah, karena mengingat disitu adalah area perkebunan yang jarang terjamah orang, jadi banyak daun-daun berserakan, saya bertemu lagi dengan ular yang mirip seperti saya lihat di dapur, ternyata agaknya dia pindah tempat di bawah pohon bambu belakang rumah.

Tapi tak apalah, semoga ular ini adalah ular yang baik.

No comments:

Post a Comment