Thursday, 14 January 2016

Lestarikan hutan hanya celoteh belaka

Pagi ini seperti biasa saya berolahrag, lari-lari kecil di depan rumah yang penuh dengan pepohonan rimbun, ada bunga-bunga juga, ini adalah sesuatu yang menakjubkan di tengah-tengah pembangunan yang semua tanah ditanami dengan besi dan batu-batuan yang menjulang tinggi mencakar langit.

Tiba-tiba saja datang bokap membawa gunting yang sangat besar, bagai raksasa yang siap membumi hanguskan semua tanaman yang ada di halaman rumah, sebagai seorang pahlawan lingkungan saya langsung berubah  menjadi spiderman dan menghalangi si bokap untuk memotong tanaman-tanamanku, tapi ternyata si bokap mendapat dukungan dari oma, dan oma pun mengompor-ngompori untuk memotong bunga-bunga ku.

Namun hal itu berhasil saya gagalkan lantaran saya marah-marah, dan saya mengancam jika tanaman-tanamanku di musnahkah maka akan aku potong juga pohon mangga, pohon jambu, pohon nongko londo, pohon sawo. Karena itu punya bokap... hahhaha .. . akhirnya gue menang juga.

Memang orang jaman sekarang itu aneh, suka latah mengikuti apa yang dilakukan orang tanpa berpikir menggunakan logika apa maksud dan tujuan yang mendasari perilaku tersebut.

Tanaman yang hijau rimbun itu khan bermanfaat untuk meredam polusi yang diakibatkan oleh mesin-mesin dijaman sekarang apalagi kendaraan bermotor semakin banyak jumlahnya, tentu ini sangat bermafaat sekali, selain itu tanaman juga dapat menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkah makhluk  hidup untuk dapat tetap hidup.

Bahkan saya sangat geram sekali ketika melihat berita gunung-gunung di keruk sampai menjadi sebuah kubangan yang sangat besar, mereka bukanlah orang yang bodoh, bahkan orang yang pintar tapi tidak pernah menggunakan akal, tidak memikirkan dampaknya di masa depan, karena gunung-gunung merupakan pasak bumi, pantas saja jika saat ini banyak terjadi banjir, tanah longsor, gempa di berbagai daerah, tidak lain adalah karena ulah keserakahan manusia.

Banyak lahan penghijauan yang saat ini menjadi daerah pemukiman, malah banyak di jadikan tempat bisnis, seperti area wisata yang tidak ramah lingkungan karena banyak merubah struktur dari tempat aslinya dan malah cenderung menghasilkan banyak sampah plastik di sekitar area tersebut karena kita tau masyarakat kita belum banyak yang sadar tentang kebersihan lingkungan.

Hewan-hewan dihutan banyak yang kelaparan kehilangan tempat tinggal karena hutan banyak ditebangi, jadi jangan salahkan kalau mereka mencari makan ke daerah pemukiman, selain itu cara berpikir orang jaman sekarang sudah banyak berubah pokonya apa saja  yang bisa dijadiin duit atau dapat dijual maka secara besar-besaran mereka akan melakukan hal tersebut untuk mendapatkan uang.

Nah masalahnya kemudian, untuk apa uang jika semua nya sudah musnah, mau beli sayur? khan lahannya sudah jadi tempat bangunan semua. Mau makan daging??? kambingnya pada mati, rumput kagak ada yang tumbuh sebab semua permukaan bumi sudah berubah menjadi aspalan, atau plesteran.

Bahkan pernah suatu kejadian bunga itu harganya bisa mencapai ada yang 4jt, 5jt padahal kalau saya lihat itu bunganya biasa saja, malah lebih enak menanam buah jambu karena buahnya bisa di makan, ini pada gila apa bunga yang tidak enak dimakan bisa laku seharga jutaan, Juga akhir-akhir ini banyak yang gila batu. padahal khan cuma batu, kalau ini memang indah sih, saya sendiri juga menggemarinya , namun kalau harganya sudah mencapai puluhan bahkan ratusan juta, ini saya pikir cuma ajang bisnis saja.

Oleh sebab itu marilah kita lestarikan lingkungan, melakukan penghijauan , menggunakan bahan yang ramah lingkungan agar alam tetap lestari untuk generasi nanti.

No comments:

Post a Comment