Saturday, 16 January 2016

Memulai dengan Sass & Compass

Sass dan Compass membuat style sheets lebih mudah dan fleksibel, lebih dapat dipelihara, dan lebih hemat waktu dalam membuat style sheet dari pada cara sebelumnya yang konvensional. Itulah mengapa perusahaan seperti eBay, bet365.com, BBC, Instagram, LinkedIn, Square, dan Groupon semua menggunakan Sass dan Compass untuk menghasilkan CSS nya.

Satu hal yang masih saya ingat adalah bahwa menggunakan Sass terlihat sangat susah untuk memulai, apalagi berpikir menggunakan command line untuk mendapatkan sesuatu malah membuat saya gemetar dan takut, Jadi ketika ada instruksi memasukan bagian seperti 'install ruby gems' dan 'run the watch command', Saya merasa bingung dan tersesat.

Jika Anda pada dasarnya adalah seorang designer, Anda mungkin akan mempunyai reaksi yang sama. Tujuan dari artikel ini adalah untuk membuat Sass dan Compass mudah dimengerti dan digunakan. Anda akan menemukan suatu feature yang tidak dapat Anda percaya sebelumnya, karena saya inging meyakinkan Anda sekarang bahwa jika Anda dapat menulis HTML dan CSS maka dapat dengan mudah Anda menjadi master Sass dan Compass.

Sass mendeskripsikan dirinya sebagai meta language, Itu lebih secara umum mendeskripsikan sebagai sebuah CSS 'prepocessor'. Salah satu cara, kenyataan menggunakan Sass itu mudah. Code ditulis sebagai sebuah file (sebuah Sass file dengan sebuah ekstensi seperti .scss) dan ketika file disimpan, Sass akan menkonversinya menjadi sebuah CSS yang sama.

Begitu juga untuk membuat file Sass dapat cukup sederhana, Ambil apapun file CSS yang sudah ada dan ubah ekstensinya dari .css menjadi .scss .

Jika sisi command line masih mengganggu Anda, jangan takut. Sekarang ada sejumlah graphical tools yang user-friendly yang memudahkan Anda menggunakan Sass dan Compass secara sederhana.

No comments:

Post a Comment