Wednesday, 6 January 2016

Prosedur administrasi membuat proses jadi lambat

Karena bosen di depan komputer, tadi pagi saya berencana untuk keluar rumah mencari sesuatu pengalaman untuk menyegarakan pikiran karena hampir setiap hari berkutat dengan kode kode pemrograman, dan setelah melakukan berbagai pertimbangan, maka perhatian saya tertuju pada kinerja pegawai pemerintahan dalam pelayanan masyarakat.

Nah kali ini saya pergi ke balaidesa untuk membuat surat keterangan untuk mengikuti pelatihan di balai latihan kerja kudus, sebelumnya saya juga pernah mengikuti pelatihan serupa dengan jenis pelatihan yang berbeda, dan salah satu syarat administrasi untuk mengikuti pelatihan tersebut adalah dengan membawa surat keterangan dari balaidesa yang menerangkan bahwa mengikuti pelatihan, namun di tahun-tahun sebelumnya langsung ke balaidesa hanya dengan membawa KTP dan surat KK maka langsung di buatkan surat keterangan dari balaidesa.

Namun ada yang berubah di tahun ini, saya tidak dilayani pegawai yang biasanya, dan di alihkan ke bagian umum, dan beliau adalah tetangga saya sendiri masih saudara, namun apa yang terjadi ketika meminta dibuatkan surat keterangan malah saya di suruh kembali untuk meminta surat keterangan dari RT dan RW, maka lantas tanpa berpikir panjang saya keluar dari ruangan balaidesa dengan segudang pertanyaan, pertanyaannya adalah apa fungsi surat keterangan dari RT & RW? padahal sudah jelas saya warga desa, dan orangnya pun kenal, lagian saya membawa KTP dan KK. tapi ya sudahlah mungkin ini prosedure yang harus di taati.

Kemudian saya berlanjut ke kantor dinas perdagangan dan pengelolaan pasar kabupaten kudus karena ada sedikit keperluan terkait project yang sedang saya bangun, namun ini adalah project berbasis IT dengan tujuan untuk penggunaan bersama oleh masyarakat umum.

Sampai di kantor dinas, saya bingung, ini ruangannya ada 3, saya masuk yang mana ini? dan menurut saya bangunan yang paling bagus adalah bagian yang timur maka  lantas saya masuk ke bangunan tersebut, dan bertemu dengan seorang pegawai perempuan, dan saya jelaskan maksud dan tujuan ke kantor tersebut, dan saya pun di alihkan ke kantor sebelahnya untuk bertemu dengan bapak *****, karena bapak tersebut yang mengurus masalah bagian pasar dan dia berada di ruangan sebelah.

Sampai di ruangan sebelah saya belum ketemu bapak tersebut, dan saya utarakan mau bertemu dengan bapak *****, dan di alihkan lagi untuk menuju ke ruang aula, namun sampai di depan ruang aula ternyata di panggil lagi dan bapak itu malah keluar dari ruangan yang pertama saya datangi, hadehhhh.... ini malah muter-muter.

Setelah ketemu bapak *****, saya utarakan lagi maksud dan tujuan saya, tapi kayaknya bapaknya bingung karena ini masalah IT, dan kelihatann bahwa umurnya mungkin satu angkatan dengan bapak saya. Dan sepertinya lagi ada masalah atau sedang dalam suasana hati yang tidak enak, maka raut mukanya kelihatan seperti menyimpan aura yang tidak baik.

Dan melihat keadaan tersebut saya pun tidak bertanya macam-macam, mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka saya pun di kasih tahu prosedur untuk melakukan kegiatan terkait kantor dinas tersebut adalah adanya surat sejenis surat pengantar mungkin, yang berisi maksud dan tujuan, kemudian dari instansi mana, kurang lebih seperti itu.

Sayapun menyudahi pertemuan tersebut dan akan kembali ke kantor dinas tersebut sambil melengkapi persyaratan untuk dapat melakukan penelitian/kegiatan terkait pasar tradisional.

No comments:

Post a Comment