Wednesday, 13 January 2016

Bacalah papan petunjuk arah jalan agar tidak tersesat

Suatu ketika ada seorang petani melihat seorang tukang photo yang memotret burung terbang di atas jurang, namun sang photograper tersebut tidak menyadari bahwa dia telah begitu dekat dengan jurang tersebut, maka spontan sang petani yang melihat tersebut melemparkan pohon singkong di dekatnya sehingga mengenai photograper tersebut dan membuat sang photograper terjatuh.

Maka photografer tersebut pun marah-marah karena tidak berhasil mendapatkan gambar yang dia inginkan karena ulah sang petani tersebut, tapi sang petani tersebut menjelaskan bahwa seandainya dia tidak terjatuh gara-gara di lempar dengan pohon singkong maka dia akan jatuh lebih dalam yaitu jatuh ke dalam jurang.

Inilah gambaran ketika seseorang mendapatkan ujian, maka kadang ujian tersebut adalah suatu cara untuk mengingatkan seseorang supaya kembali ke jalan yang benar, karena banyak orang yang tidak peka terhadap suatu situasi dan kondisi  di sekitar sehingga perlu di berikan peringatan yang keras, supaya tidak lain dan tidak bukan adalah agar kembali ke lintasan yang lurus.

Maka hal ini pun saya terapkan ke kehidupan sehari-hari ketika ada seseorang yang tidak berada pada arahnya maka dengan tanpa sungkan saya memberikan penjelasan dari berbagai sudut pandang agar mereka sadar, dan tidak melibatkan emosi di dalam nya untuk membuat pikiran tetap jernih.

Namun  banyak dari orang mengabaikan niat baik orang lain sehingga mereka memaksakan kehendak mereka yang sebenarnya itu tidak baik, memang seringkali sesuatu yang buruk itu biasanya sepintas terlihat mengasikan namun memberikan efek buruk yang berkepanjangan.

Melihat kebiasaan orang di sekitar saya bahwa masih ada saja masyarakat yang percaya dengan dukun, misal, bahwa untuk meyakinkan bahwa mereka memilih pasangan yang tepat sebelum menikah banyak yang pergi ke kyai, tokoh masyarakat, atau pun  kedukun, hanya untuk mendapatkan pendapat yang mendukung niat pasangan yang ingin menikah.

Tidak jarang bahwa ketika ada satu, dua, sampai tiga dukun mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang tidak cocok, maka akan terjadi suatu hal jika mereka melanjutkan hubungan tersebut, maka masih saja mencari dukun yang lain yang memberikan pernyataan yang sesuai dengan hati mereka yaitu merestui hubungan mereka adalah baik.

Padahal di dalam ajaran islam sendiri sudah ada suatu cara untuk menentukan  pasangan yang baik yaitu dengan minta petunjuk pada Allah yaitu dengan cara istikhoroh dan dengan melihat berbagai petunjuk seperti apakah calon pasangan dari keluarga yang baik atau bukan. Apakah mendapat restu dari anggota keluarga atau tidak.

Namun di jaman sekarang masih saja ada yang memaksakan kehendak mereka walaupun tau itu salah, misal, banyak muda mudi yang berpacaran , melakukan zina ringan (ini cuma istilah saya sendiri) misal bersentuhan pada yang belum muhrim, dan mereka pun berbangga-bangga serta memamerkan ke temen-temennya kalau mempunyai pacar dan menunjuk-nunjukkan kemesraan.

Saya hanya mampu memberikan saran melalui media yang dalam jangkauan saya seperti dalam artikel ini misalnya, karena mengingat menyinggung pada pribadi yang bersangkutan sehingga semoga artikel ini mampu berkontribusi meredam perbuatan yang tidak sesuai dengan kaidah ajaran yang berlaku.

No comments:

Post a Comment