Monday, 8 February 2016

Ajaklah anak berdiskusi setiap saat

Banyak saya amati baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat sekitar, tetangga-tetangga, banyak yang melakukan hal yang tidak patut dilakukan terhadap anak sendiri, terkait dengan hal kekerasan ataupun hanya dengan bentakan-bentakan.

Anak adalah anugerah ataupun titipan yang layaknya harus dirawat serta dibesarkan dengan penuh kasih sayang sehingga akan menjadi pribadi yang dapat kuat secara mental, psikologis serta fisik, karena diisi dengan hal-hal positif dari lingkungan.

Namun banyak orang tua yang menganggap anak adalah sebuah alat atau apapun itu yang berhak untuk diperlakukan sewenang-wenang, seperti eksploitasi anak dibawah umur untuk bekerja padahal seharusnya anak seumurannya dunianya adalah bermain.

Membentak anak dapat berpengaruh terhadap perkembangan psikologisnya sehingga dapat berakibat tidak hanya pada masih kecil tapi dapat dibawa ke dewasa karena masa kecil adalah pondasi yang tertanam di alam bawah sadar sehingga kalau ada pemicu maka perasaan ketakutan pada saat dibentak-bentak oleh orang tua dapat kembali menteror si anak, sehingga tidak jarang ketika dewasa malah akan menjadi boomerang buat orang tua karena anak mempunyai mental yang tidak diharapkan.

Selain itu banyak orang tua juga yang terlalu over protektif sehingga banyak memberikan larang ini dan itu terhadap si anak, parahnya larangan-larangan tersebut tidak disertai dengan penjelasan mengapa hal tersebut dilarang, dan kalaupun sianak bertanya lebih lanjut mengapa hal tersebut dilarang malah dibentak, hal inilah yang membentuk kepribadiaan sianak menjadi penakut ataupun pendiam, dan tentu orang tua seperti ini biasanya tidak mau disalahkan karena mereka menganggap apa yang dilakukannya sudah benar dan sesuai dengan apa yang diajarkan orang tuanya ketika dulu.

Harusnya apapun yang akan dilakukan oleh keluarga anak diajak untuk berdiskusi, diberikan aturan-aturan dan semua itu berdasar atas kesepakatan bersama tentu yang dimengerti oleh sianak, dan semuanya sepakat dan suka rela untuk mentaati kesepakatan yang telah disepakati, bukan asal tiba-tiba si anak diberikan perintah yang macam-macam tapi tidak beralasan sehingga dapat mengagetkan mentalnya.

Untuk orang tua harusnya anak dibesarkan sesuai dengan bakat nya, misal ketika si anak suka mencoret-coret dinding, janganlah asal melarang apalagi dengan nada suara yang tinggi, harusnya anak seperti ini difasilitasi untuk menyalurkan bakatnya tersebut misal dengan mengikuti kegiatan menggambar, melukis , menyanyi dan sebagainya sesuai dengan bakat yang diminati.

Sebagai orang tua ketika mempunyai anak yang suka bicara ataupun ketika kita melarang sesuatu mereka balik bertanya harusnya mereka senang, kerena berarti otak anak kita aktif dan merupakan anak yang kreatif bukannya malah mematikan keberanian serta otak kreatif yang sudah mereka miliki.

Memang banyak hal yang ingin saya sampaikan disini. Namun saya tidak terlalu ingat apa yang ingin saya sampaikan, mungkin dalam artikel berikutnya. Selalu sayangi anak Anda.

No comments:

Post a Comment