Saturday, 20 February 2016

Operasi lalu lintas sering di besito tubantia kudus

Pagi ini saya rencana pergi ke pasar untuk mengambil dagangan, dan seperti biasa kalau ke pasar saya tidak memakai sesuatu yang rapi rapi, dan motor pun saya lebih suka pakai yang agak tua aan karena di parkiran pasar biasanya suka bersenggolan antara motor satu dengan lainnya sehingga dapat terjadi kontak fisik antar kendaraan.

Seperti biasa karena pakai motor yang pajaknya tidak jalan , lampu sein juga tidak ada , spion juga tidak dipasang, maka harus waspada jika ada operasi yang dilakukan oleh pak polisi ,sebenarnya dari surat surat sudah lengkap, STNK ada , SIM juga ada, cuma kelengkapan kendaraan saja yang kurang.

Dan yang saya lihat adalah pokoknya kalau ada orang yang dari arah berlawanan memakai kendaraan namun tidak memakai helm, atau pakai motor lampu tidak nyala, nah itu berarti jalan dalam keadaan aman yang artinya bisa melaju saja tanpa ragu.

Sering juga merasa deg deg pas berpapasan dengan oknum berseragam coklat berompi ijo ijo, Namun seringkali saya dapat mencari jalan alternatif yang aman, kalau dari kejauhan tampak banyak oknum memakai seragam tersebut.

Namun kali ini, dugaan saya salah, yang ternyata mereka berada ditikungan tubantia, jadi kalau dari arah utara jalan mereka ini tidak kelihatan, kemudian saya pacu motor agak kencang, eh tau tau ada satu polisi, tambah ke depan ada dua polisi, kedepan lagi waooooowww.. rame benerrrr ...

Dan saya pun langsung diarahkan untuk ke pinggir, dan ditanya surat-suratnya, semua lengkap, namun kelengkapan kendaraan jelas ada yang tidak terpasang jadi , di arahkan ke bagian yang mengurusi masalah ini, dan disini saya ditangani seorang oknum, dan terus ada nerocos, tapi saya harus dapat berpikir secara jernih dan tidak terprovokasi oleh ocehan tersebut.

Oknum tersebut pun menawarkan bahwa tilang, atau bayar 100rb, kalau tilang minta yang disita, minta SIM, STNK, atau motor, jelas saya tidak ingin semuanya , tapi kalau terpaksa yang ambil salah satu gak apa apa. Namun karena saya rasa juga nominal 100rb tersebut lumayan jadi saya memilih untuk sidang di pengadilan saja.

Oknum tersebut mencoba menggertak dan corat coret nama saya yang sesuai di SIM di dalam kertas seperti kwitansi warna merah,  namun ada bisikan dari temennya yang sudah seperti settingan dan seperti nya mereka sudah terbiasa melakukan ini terdengar "sudah pak dibantu saja" dan akhirnya saya menawar 50rb, langsung SIM dan STNK saya dikasih kembali.

Saya tidak terlalu memikirkan nanti uang tersebut masuk ke  kantong pribadi atau ke kas negara, yang pasti motor butut saya masih bersama saya, dan karena kejadian tersebut membuat mood saya tidak baik, jadi saya tidak melanjutkan pekerjaan saya di pasar, dan langsung saja mencari tempat yang sejuk supaya mengembalikan mood yang hilang.

Akhirnya saya menuju ke arah gunung muria, dan memang pemandangan yang ijo ijo dan sejukkkkkkk .. . . bikin badan seger, napas plong, dan masalahpun hilang....!!!!!!!!

Bagaimana operasi lalu lintas di tempat kalian lurr???????

================================
UPDATE , O iya kawan, saya tadi lupa kalau tiba-tiba kawan-kawan diberhentikan oleh oknum di jalan coba  tanyakan kelengkapan razia. seperti :
- SURAT TUGAS UNTUK MELAKUKAN RAZIA
- RAMBU RAMBU YANG MENUNJUKKAN BAHWA ADANYA RAZIA HARUS ADA SEKITAR KURANG LEBIH 50M DARI LOKASI

Sebenernya tadi sempat saya mengambil photo operasinya namun karena saya harus lepas memory card di smartphone jadi agak malas. Demikian, semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment