Saturday, 6 February 2016

Salah satu guru terbaikmu adalah masalah

Kadang ada saat dimana kita memang sengaja dijatuhkan, sejatuh-jatuhnya bahkan sampai berada pada titik 0, dan kita bukanlah siapa-siapa, tidak memiliki apa-apa, diri kita kosong, hampa, tidak ada teman, tidak ada sahabat.

Keadaan tersebut bisa saja terjadi pada seseorang yang sedang berada di puncak kesuksesan namun karena kesuksesannya tersebut menyebabkan dia lalai terhadap kewajiban-kewajiban yang seharusnya dia lakukan, seperti tidak memperhatikan kesehatan, lupa kepada teman lama yang membuat nya sukses dan lain-lain.

Baru pada titik inilah kita sadar, siapa diri kita, darima kita, untuk apa kita diturunkan ke bumi. Dan bagaimana seharusnya kita bersikap pada lingkungan.

Tidak jarang banyak orang yang tidak menemukan jawaban dikala sedang berada dibawah, dan ini biasanya yang membuat mereka merasa depresi, frustasi sehingga mereka merasa tidak punya harapan dan semakin jatuh ke bawah, tapi ada sebagian yang menyadari kenapa keadaan ini harus terjadi.

Orang yang mampu melihat sisi baik dari setiap keadaan akan selalu mempunyai harapan dan jalan keluar untuk setiap masalah yang dihadapi, bahkan setiap masalah malah akan mendorongnya, melemparkan ke tempat yang lebih tinggi.

Banyak orang sukses di dunia ini merupakan alumni dari kerasnya kehidupan yang memberikan mereka pelajaran bagaimana untuk membalikan keadaan agar menjadi seperti yang diharapkan serta bagaimana menyikapi lingkungan untuk mengantisipasi pada keadaan kejatuhan yang sama.

Saya sendiri merasa bersyukur pernah berada pada titik tersebut karena tidak mungkin ketika saya masih menjadi seorang karyawan untuk melakukan hal yang saat ini bebas dapat saya lakukan, dan bebas menentukan berapa income yang ingin saya dapatkan, ini tergantung bagaimana kinerja yang saya lakukan, berapa keras tenaga yang saya keluarkan untuk mencapai sesuatu, dan hal inilah yang akhirnya mampu menarik orang untuk berbondong-bondong memesan jasa yang kita tawarkan karena kinerja yang baik.

Mungkin kalau seandainya saat ini saya masih bekerja pada sebuah kantor, hari-hari saya akan selalu diisi dengan hal yang sama , dengan rutinitas yang sama setiap harinya, sehingga akan mematikan otak dan sampai akhir hayat mungkin akan melakukan hal yang sama setiap harinya dan hidup mereka seperti robot yang dikendalikan oleh uang.

Namun ketika Anda menjadi diri sendiri, dan melakukan apa yang memang Anda ingin lakukan dibumi, serta mampu memberikan manfaat kepada khalayak, maka inilah yang akan membuat hidup Anda lebih berarti, bermakna, memberikan kelipatan happiness yang tiada terkira, kebahagiaan yang sejati, sehingga akhirnya bukan Anda yang mengerja uang, tapi uang akan datang dengan sendirinya.

No comments:

Post a Comment