Friday, 5 February 2016

sedotan Air Kemasan Bikin Radang tenggorok

Beberapa bulan yang lalu saya mendapta info dari seorang teman bahwa badan pusat statistik Kudus membutuhkan beberapa orang untuk menjadi petugas sensus ekonomi untuk tahun 2016 yang akan ditugaskan pada bulan mei 2016 selama satu bulan.

Nah mendapat informasi tersebut karena saya adalah seorang freelancer sehingga kadang bosan bekerja sendiri di rumah, itung-itung refreshing juga mencari teman akhirnya saya ikutan mendaftar, cara mendaftarnya adalah online, yang selanjutnya menghadiri undangan wawancara dengan membawa surat lamaran yang ditulis tangan.

Membuat surat lamaran yang ditulis tangan ini membuat saya gemetar, karena bayangkan lebih kurang selama 8 tahun jarang menulis dan lebih banyak mengetik yang menjadikan kecepatan mengetik saya lebih cepat dari pada saya disuruh menulis tangan, selain itu tulisan tangan saya yang dulunya bagus menjadi agak kaku dan lama kalau disuruh menulis, tapi saat saya mengetik di komputer dan mengeprintnya tulisan saya menjadi bagus.

Waktu sesi wawancara itu saya mendapat jadwal pagi sekitar pukul 09.30 sehingga saya berangkat dari rumah pukul 09.00 agar tidak telat. Dan tepat sampai dikantor dinas pukul 09.30. Sampai ditempat parkiran saya belum tau kemana harus menuju untuk melewati proses wawancara sehingga saya memutuskan untuk memonitor dulu situasi dan kondisi.

Sambil memonitor situasi dan kondisi ternyata tidak disangka saya bertemu kawan lama yang kebetulan juga mengikuti proses seleksi tersebut, dan dia datang lebih dulu sehingga saya dapat bertanya kepada dirinya kemana saya harus menuju untuk mengambil nomor antrian.

Setelah melewati berbagai proses , akhirnya saya mendapat nomor antrian lumayan banyak, namun mempunyai selisih yang sedikit dengan kawan ku tersebut, dan karena lama tidak bertemu , sempat hilang kontak beberapa tahun, kami sambil menunggu antrian keasyikan mengobrol sehingga membuat kami haus karena mendapat tempat yang langsung terkena paparan sinar matahari pagi yang menyehatkan.

Tidak lama berselang kami mengobrol teman saya mengambil air kemasan gelas plastik yang ada sedotannya itu, dan dia juga mengambilkan untuk saya, dan saya yang sudah tau dari dulu bahwa kalau minum air kemasan dari sedotan biasanya akan terjadi radang tidak sanggup menolak tawaran kawan saya karena mengingat sudah lama tidak bertemu.

Kusedot dan kuminum air kemasan tersebut, hari pertama tampak tidak terjadi reaksi apa-apa untuk saya, namun setelah hari kedua tampak terasa gatal didalam tenggorokan, berasa seperti mau flu atau pilek, dan membuat saya batuk, sebenarnya bukan batuk, tapi karena rasa gatal di tenggorokan itu yang membuat batuk.

Mungkin yang membuat radang adalah kebersihan dari sedotan itu ya, soalnya pernah saya meminum air kemasan itu namun tidak menggunakan sedotan ternyata tidak apa-apa.

Yang nggak enak adalah ketika sedang tidur, sering terbangun karena tiba-tiba tenggorokan gatal, dan saya ada solusi adalah menyiapkan air minum disamping tempat tidur, selain itu saya juga mengoleskan minyak kayu putih di leher untuk membuat leher terasa hangat.

Dan solusi paling manjur jika terkena radang tenggorokan adalah dengna meminum madu, dan ini cukup ampuh buat saya.

No comments:

Post a Comment