Sunday, 21 February 2016

Takut sakit atau hipokondria

Takut sakit atau phobia sakit, adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami ketakutan tentang penyakit bahwa dirinya menderita suatu penyakit tertentu yang tidak dapat disembuhkan seperti kanker, jantung dll, yang cenderung membahayakan jiwa sehingga hal tersebut mengganggu kualitas hidupnya dan seringkali penderita bolak balik ke laboratorium untuk melakukan medical check up memastikan bahwa dirinya baik baik saja, dan benar saja bahwa mereka memang baik baik saja, namun sayangnya pikiran bawah sadar mereka masih mempengaruhi sehingga masih kurang yakin dengna hasil lab yang diberikan.

Orang seperti ini biasanya mengalami trauma terhadap masa lalu nya , yaitu mungkin terjadi pada orang orang terdekat misal keluarga atau teman yang meninggal akibat suatu penyakit tertentu sehingga mereka berpikiran bahwa mungkin saja penyakit tersebut menghampiri mereka, dan mereka jarang dapat berpikir secara logis bagaimana perbandingan orang-orang yang terserang penyakit demikian.

Ini dapat diperparah lagi jika penderita sering mencari informasi di mesin pencari di internet tentang ciri-ciri penyakit tertentu, dan mereka dapat merasakan ciri-ciri tersebut berada pada dirinya sehingga berpikiran "jangan-jangan" yang akhirnya memang ciri ciri tersebut dia rasakan, kita sebagai manusia normal tidak dapat merasakan apa yang mereka rasakan, dan walaupun mereka tidak benar benar sakit namun mereka merasakan sensasi seperti benar-benar sakit, jadi untuk orang terdekat harus memahami kondisi ini sehingga dapat membantu memberikan support agar dapat kembali seperti sediakala.

Sensasi yang dirasakan penderita ini dinamakan psikosomatis atau psikosomatik jadi gejala fisik yang diakibatkan oleh pikiran, sehingga menimbulkan mal fungsi pada bagian tubuh tertentu tapi jika di teliti maka tidak terjadi kelainan tertentu pada organ yang dirasa sakit karena mereka memang sehat.

Untuk mengatasi hal tersebut biasanya  penderita mencari informasi di internet dan menemukan komunitas orang orang yang merasakan hal yang sama seperti mereka, sehingga mereka merasa nyaman kalau ada orang lain yang merasakan hal yang sama apalagi jumlah anggotanya bertambah, dan mereka mencari keluhan yang sama dari komunitas tersebut.

Ini membuat mereka tidak dapat terlepas dari perangkat seperti smartphone karena dengan perangkat tersebut mereka mengalihkan pikiran dengan mencari ciri-ciri  keluhan yang dialaminya, namun ketika beterai habis atau tidak ada koneksi internet mereka cenderung menjadi cemas.

Hal ini tentu tidak apa-apa tapi cukup menggangu kualitas hidup bagi penderita dan harus diobati agar dapat kembali seperti sediakala, hal ini perlu untuk menguatkan kembali pikiran dan menanamkan pikiran positif yang menjadi afirmasi dan diucapkan berulang ulang baik dalam hati maupun pikiran bahwa "saya sehat" "saya kuat" "saya berani" dll tergantung keluhannya dan hal ini dapat lebih baik diikuti dengan kegiatan olahraga yang dapat memicu keluarnya hormon endorphin dalam tubuh yang dapat memicu rasa senang bahagia yang akhirnya dapat meningkatkan kekebalan tubuh mereka.

Untuk keluarga terdekat juga perlu memahami kondisi ini , dan jangan suka memarahinya atau bosan untuk merawatnya karena mereka butuh orang untuk mencurahkan isi hatinya, namun biasanya orang yang menderita ini adalah tipe orang yang introvert yang biasa memendam sendiri di dalam hatinya. Tapi itu tidak mengapa , nanti pada suatu titik tertentu mereka biasanya akan tersadar dengan sendirinya akibat mereka diajari oleh alam dan pengalaman.

Demikian, semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment