Thursday, 3 March 2016

Branding melibatkan unsur sosial

Branding itu penting untuk integritas business yang kita lakukan, dengan kata lain ini merupakan suatu elemen yang dapat memberikan intepretasi mengenai karakter dari produk atau perusahaan yang kita bangun.

Branding dapat memberikan sebuah arti filosofi yang dapat menarik minat konsumen terhadap produk yang kita tawarkan. Hal ini dapat mengenai bentuk, tulisan, warna ataupun karakter logo yang digunakan, sebagai contoh warna hitam cenderung tidak digunakan sebagai warna logo branding karena ini merupakan warna negatif, kemudian merah dapat berarti defensif ataupun warna lainnya yang dapat memberi arti untuk sebuah karakter produk.

Dulu banyak yang membentuk branding dengan cara memberikan nilai lebih seperti "membeli satu dapat satu lagi" dan inilah yang membuat orang-orang banyak membeli dikarenakan seolah-olah mereka mendapat sebuah keuntungan lebih dengan mendapatkan barang gratis tertentu padahal jika dihitung-hitung nilai produksinya dengan barang tersebut adalah masih mendapatkan keuntungan. Inilah yang dapat dimainkan dalam ilmu pemasaran.

Namun saat ini nilai tersebut sudah mulai bergeser, orang-orang sudah tidak lagi menggunakan nilai tersebut namun memasukan sebuah unsur sosial,  misalnya "membeli satu berarti menyumbang satu untuk masyarakat tidak mampu". Jadi saat ini orang sudah tidak hanya memikirkan dirinya sendiri namun sudah mulai memikirkan orang lain juga, inilah yang dapat dijadikan senjata untuk membentuk sebuah branding.

Sebuah branding untuk masing-masing wilayah mempunyai cara yang berbeda, bentuk yang berbeda, ini disesuaikan dengan cultur  yang berkembang di masyarakat yang bersangkutan, tidak bisa kita menggunakan branding untuk negara tertentu digunakan dinegara yang lain, namun tidak menutup kemungkinan hal tersebut dilakukan juga jika ternyata kedua negara memiliki kecenderungan kesamaan budaya.

Sebagai contoh, Mazda yang berjaya di masa orde baru, membentuk sebuah brand MR yaitu mobil rakyat dengan harga yang murah, hal ini tentu membuat jeblok dipasaran karena membuat orang Indonesia yang mengendarai "Mobil Rakyat" menjadi tidak percaya diri, padahal sebagian besar orang di Indonesia masih menganggap mempunyai mobil adalah sebagai lambang status sosial, namun dengan brand Mobil Rakyat yang harganya terlalu murah justru membuat anggapan bahwa status sosialnya pun masih kelas bawah.

Inilah mengapa pentingnya membentuk sebuah branding, demikian semoga bermfaaat

No comments:

Post a Comment