Saturday, 12 March 2016

Bro and sist, Bagaimana menulis artikel yang menyenangkan??

Pernahkan?? iya pastinya pernah donk? pas kita membaca sebuah artikel itu merasa bosan ya dengan artikel tersebut, merasa tidak bernyawa kalau kata mba Iis Dahlia, karena artikel tersebut terlalu teknis ya, dan tidak mengajak kita mengobrol, seolah-lah dia ngobrol sendiri, jadi kita bacanya itu jadi ngantuk seperti didongengin begitu, karena mungkin otak kita tidak bekerja dan hanya menerima input.

Kalau kayak gitu pasti kitanya pengen cepet-cepet udahan, dan mencari ya artikel yang lain padahal secara isinnya mungkin sama lho dengan yang pertama dbaca tadi.

Nah jadi kita itu nulisnya harus seperti saat kita mengobrol, ya jadi bayangkan di depan kita itu ada wanita cantik, dan rasakan dia itu benar-benar ada di hadapan kita seperti itu. dan kita mengajaknya ngobrol. juga ngobrol itu khan tidak harus selalu kita yang ngomong, iya khan? yaiyalah, pastinya ada komunikasi diantara kedua belah pihak. seperti itulah menulis artikel yang baik.

Namun, juga ya perlu kita perhatikan bukan hanya dari cara penulisannya saja, tapi ada elemen lain juga yang harus kita perhatikan, seperti juga kualitas konten ya, soalnya kalau bahasanya udah bagus khan sayang kalau pembaca udah asik baca tapi isinya gak penting, itu seperti ini ya, kita ngobrol sama orang yang asik tapi yang diobrolin itu cuma omong kosong, kasarannya begitu.

Lanjut sekarang yang kita perlu adalah apa coba? iya benar menulis konten yang berkualitas. Tapi kadang khan kita sebagai manusia normal ada saatnya pikiran kita itu blank, tidak punya ide sama sekali, pernahkan?? sampai di ketok ketok kepalanya tapi masih saja nggak muncul ide. Nah kalau sudah seperti itu baiknya kita itu jangan memaksakan deh, kita lakukan aja aktivitas lain seperti kedapur dulu kek bikin kopi, atau jalan-jalan juga bisa, karena kadang ya tidak sengaja ide itu muncul dengan sendirinya.

Kemudian juga kadang saking habisnya tulisan yang mau kita bagi, kita tidak tahu lagi mau  nulis apa, pernah begitu gak? kalau udah gitu cara yang ampuh adalah kita belajar lagi, kita cari inputan lagi, bisa dari membaca, mendengar ataupun yang lainnya. Copy paste boleh nggak? tergantung jug aya, kalau seluruhnya copy paste sih tentu dilarang, coba bayangkan kita udah nulisnya susah susah tapi tau tau ada orang yang nyontek tanpa  ijin dulu, rasa nya apa coba? cakitnya tuh disinii ....

Jadi solusinya apa donk? nah untuk mengatasi hal tersebut kalau ingin menulis ide yang sama kita bisa membaca nya terlebih dahulu, kemudian kita resapi, dan selanjutnya kita istilahnya terjemahkan kita tuangkan dengan kalimat-kalimat dan bahasa kita sendiri, kalau cara ini tentu tidak dilarang donk tapi juga sebisa mungkin kita cantumkan sumbernya, seperti itu.

No comments:

Post a Comment