Tuesday, 1 March 2016

Fogging / pengasapan nyamuk

Bulan Februari adalah musim penghujan untuk wilayah Indonesia, sehingga hal ini tentu membuat aktifitas orang agak sedikit terganggu, diakibatkan beberapa hal seperti banjir ataupun memang kondisi jalan yang sedang tidak baik, ataupun hal lainnya yang berimbas pada aktifitas beberapa orang.

Akibatnya air sering kali tergenang dimana-mana, baik di tempat sampah, ataupun di sampah-sampah kemasan, seperti botol minumun atau plastik-plastik yang tentu hal ini dapat membuat kotor pemandangan di lokasi karena terkesan kumuh karena sampah yang berserakan, belum lagi genangan-genangn air tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk yang akhirnya menjadi nyamuk.

Pada masyarakat pedesaan atau daerah pinggiran banyak warga yang menjemur pakaian menjadi lama kering karena sinar matahari terhalang oleh mendung, yang berakibat pada menumpuknya baju-baju kotor, serta baju yang sudah dicuci namun masih basah, memberi kesan kumuh yang dapat menjadi tempat untuk bersembunyi para nyamuk nyamuk  nakal.

Sebenernya nyamuk-nyamuk ini sudah didesain oleh alam seimbang populasinya karena binatang lain seperti kodok ataupun cicak yang suka memakan nyamuk, namun karena masyarakat saat ini banyak yang melakukan pembangunan tanpa memperhatikan kelangsungan hidup hewan-hewan ini sehingga mengganggu ekosistem yang berjalan, yang akhirnya perkembangan populasi hewan menjadi tidak seimbang.

Hari ini ada kabar bahwa kampung saya ada fogging dan memang betul tadi sekitar pukul 08.30 sudah sampai pada rumah saya, petugas fogging menyadari betul bahwa ada area dari rumah yang perlu difogging atau tidak atas dasar ijin dari pemilik rumah, hal ini tentu adalah etika yang baik dan wargapun senang karena saya lihat beberapa serangga yang ada dirumah banyak yang pingsan gara-gara fogging tersebut dan banyak juga yang akhirnya mati.

Beberapa rumah  milik tetangga ada yang tidak diasapi karena tidak ada pemiliknya sehingga petugas tidak dapat menjangkau area dalam rumah. Tapi tidak apa-apa karena asap dari luar rumah sudah bisa masuk ke dalam.  Hal seperti ini membuat senang jika dilakukan secara berkala dimusim yang membuat nyamuk berkembang.

Kalau saya boleh usul kenapa daerah kebun belakang rumah tidak ikut diasapi, karena tempat ini yang banyak semak-semak serta dedaunan menjadi tempat bersembunyi para nyamuk, tapi tidak apa-apa karnea daerah pemukiman warga sudah aman dari nyamuk. Demikian semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment