Wednesday, 30 March 2016

Hubungan Sesak Napas dengan Cemas Berlebih

Kecemasan berlebih adalah kecemasan yang sudah tidak wajar artinya kecemasan tersebut mengganggu kehidupan penderita sehingga berpengaruh pada aktifitas kesehariannya.

Kecemasan yang wajar contohnya ketika orang cemas karena berada di depan kompor yang selang gasnya terbakar sehingga hampir-hampir saja meledakan tabung gas, kalau ini cemas beneran .. . heheeh. Kecemasan berlebih adalah cemas pada sesuatu yang tidak perlu dicemaskan contohnya selalu berpikir akan kematian, cemas bahwa menderita penyakit yang berat padahal ini hanya dugaan sendiri saja.

Orang yang cemas seperti ini di era digitalisasi dan internetisasi ini biasanya langsung mencari masalahnya diinternet, misal "ciri-ciri sakit .... " . Kemudian bukannya sakitnya mereda tapi malah "merasa" semakin parah dan ciri-ciri yang disebutkan diinternet berasa seperti memang yang dirasakan. karena ada penyakit yang fisik juga ada penyakit yang dari psikologis sehingga mempengaruhi kinerja dari organ-organ tertentu.

Nah kali ini saya membahas tentang "Sesak napas" dan "kecemasan berlebih / anxiety disorder / gangguan kecemasan". Orang yang belum pernah merasakan keadaan ini pasti tidak ngerti, dan susah ber-empati kepada penderita karena disisi lain sipenderita merasa nyawanya terancam sedang disisi lain orang merasa si penderita baik-baik saja atau menilainya mengalami gangguan jiwa.

O iya sedikit selipan, gangguan jiwa menurut saya adalah bukan sebuah penyakit yang hina, karena penyakit jiwa bisa diderita oleh siapa saja tergantung itu kondisi nya ringan ataukah berat, dan pasti semua bisa disembuhkan.

Oke, kembali lagi ke sesak napas, Sesak napas yang saya bahas disini bukan sesak napas yang diakibatkan oleh penyakit tertentu tapi sebuah "sesak napas" yang diakibatkan oleh karena kecemasan, atau karena sesak napas nya itu sendiri. artinya bisa sesak napas dulu baru cemas, atau cemas dulu baru sesak napas, bisa muter terus sehingga dinamakan "lingkaran setan".

Sesak napas ini menurut saya berasal dari yang namanya "hyperventilasi" atau terlalu banyak menghirup napas, karena orang merasa sesak napas sehingga dia berusaha untuk mengambil napas ,tapi malah kebanyakan dan terlalu sering sehingga menimbulkan hyperventilasi dan inilah yang malah membuat merasa semakin sesak napas dan bertambah cemas.

Logikanya adalah ketika kita terlalu sering menarik napas dan terlalu cepat (terburu-buru) biasanya tidak disertai dengan pengeluaran napas yang baik, dalam artian tidak memperhatikan bagaimana keluarnya napas, jadi napas yang keluar masih mengganjal di dada sedikit karena terlalu buru-buru mengambil napas , dan begitu selanjutnya seolah-olah napasnya pendek padahal masih ada sisa udara yang masih belum dikeluarkan.

Lalu bagaimana napas yang baik, napas yang baik menurut saya adalah napas perut, karena napas ini adalah napas alami, coba perhatikan anak bayi pasti menggunakan napas ini , yaitu ketika menarik napas perut mengembang ketika keluar napas perut mengempis bukan sebaliknya.

Perhatikan juga bagaimana keluar masuknya napas, usahakan pelan-pelan saja jangan terburu-buru, pengeluaran napas juga merupakan hal yang penting dan butuh perhatian juga tidak kalah pentingnya dengan menarik napas. Usahakan keluar napas sampai habis, ini kuncinya, kemudian jangan terlalu memaksa napas maksudnya adalah jika terbiasa pendek ya pendek tidak usah terlalu dalam, sewajarnya saja, nanti kalau sudah terbiasa lama-lama dalam sendiri.

Demikian sekilas, semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment