Tuesday, 15 March 2016

Menjadi seorang sales adalah sebuah tantangan

Sebuah bisnis sukses pasti diawali dengan penjualan yang tinggi, artinya sales berada di garis terdapan dan inilah yang merupakan gerbang awal untuk produk yang kita tawarkan, sehingga ketika dulu perusahaan hanya melatih petinggi-petinggi perusahaan , beda dengan sekarang masa nya bahwa sales juga butuh nutrisi butuh training supaya menjadi sales warrior yang memang berkualitas, bahkan ada yang bilang gaji seorang sales itu bisa lebih tinggi dari seorang manager perusahaan dikarenakan kemampuannya menjual produk-produk ke pelanggan.

Menjadi seorang sales dapat siapa saja, tapi yang menjadi masalah adalah image sales yang sudah menjadi stigma bahwa seorang sales itu tidak dapat dipercaya bahwa mempunyai citra yang negatif dan hanya mengambil keuntungan di masyarakat sehingga rentang terhadap penolakan yang dilakukan  oleh calon konsumen.

Sehingga perlu adanya pemahaman bahwa seorang sales itu tidak betul-betul demikian maka harus menggunakan cara lain agar dapat diterima kembali di masyarakat, namun banyak permasalahan yang dihadapi  oleh seorang sales, apalagi yang baru pemula, dari takut atau kecemasan terhadap penolakan ataupun bingung bagaimana mengawali sebuah percakapan pembuka untuk membuka sebuah percakapan yang hangat.

Yang dibingungkan adalah bukan kita terpaku pada produk yang kita tawarkan tapi kita mengalir saja tapi tetap pada target yang harus kita capai, apa tujuan kita datang ke pelanggan, tentu bukan hanya sekali dua kali tapi perlu berkali-kali ,  jangan sampai pada pertemuan pertama langsung menyodorkan produk karena biasanya secara psikologis orang akan defense terhadap perlakuaan seperti ini dan rentan terhadap penolakan.

Sehingga yang perlu kita lakukan di hari pertama adalah bercakap-cakap santai saja sambil ngopi atau bagaimana yang aman dan nyaman untuk kedua belah  pihak kita mengeksplore apa yang menjadi kebutuhan pelanggan, jadi bukan langsung pada produk yang kita butuhkan adalah menjalin ikatan dulu kemudian produk akan mengikuti dengan sendirinya.

Jangan kita yang presentasi terus menerus, karena kalau kita yang presentasi artinya semua terpusat pada kita,  tapi jadikan pelanggan sebagai pusat. bukalah dengan pertanyaan pertanyaan yang terbuka seperti bagaimana ? apakah? jangan menggunakan pertanyaan yang jawabannya hanya tidak dan iya karena ini akan membuat Anda bingung sendiri pada akhirnya.

Seperti seorang dokter khan bukan dokter yang presentasi tapi dokter membuka percakapan dengan sebuah pertanyaan seperti apa yang dirasakan dan sebagainya, inilah mengapa dokter lebih  mahal daripada seorang penjual obat.

Sementara sekian dulu, nanti disambung pada artikel selanjutnya.

No comments:

Post a Comment