Friday, 18 March 2016

Pendaftaran Publisher Adsense Agak susah selama beberapa bulan terakhir

Dulu waktu saya daftar akun untuk blog ini tergolong mudah walaupun mengalami beberapa kali penolakan tapi tidak sampai berbulan-bulan, namun saat ini berdasarkan cerita dari temen-temen yang mencoba untuk mendaftar Google Adsense ternyata tidak semudah yang saya alami dan banyak yang mengeluh.

Kesulitan mendaftar menjadi publisher Adsense ini sudah terjadi kira-kira mulai pertengahan 2015 sampai sekarang, Bahkan ada juga yang sudah menunggu sampai 5 bulan dan sudah mendapat email untuk memasang kode iklan di situs namun belum juga mendapat approve padahal kode sudah dipasang di situs. Ada juga yang masih dalam tahap menunggu review ke-2 namun sudah hampir sebulan belum ada kabar. Kalaupun ada konfirmasi itupun merupakan konfirmasi ditolak.

Mungkin ini bisa diakibatkan karena perekonomian di negara kita yang agak mengalami kelesuan sehingga perusahaan-perusahaan mengurangi budget untuk memasang iklan melalui Google Adwords yang berdampak pada menurunnya jumlah iklan yang ditampilkan padahal jumlah peminat pendaftar publisher Adsense mulai meningkat.

Selain itu sulitnya mendaftar Adsense untuk warga Indonesia bisa diakibatkan oleh banyaknya oknum yang bermain curang baik dalam mendaftar maupun dalam hal memasang iklan serta konten situs yang tidak sesuai dengan aturan sehingga publisher Indonesia mendapat warning dan diharapkan menggunakan cara-cara yang benar.

Intinya bahwa mendaftar Google Adsense harus dengan cara yang benar dan sesuai dengan peraturan, tidak boleh menggunakan cara jahat seperti copy paste artikel atau menggunakan blog yang berisi konten terlarang namun menarik minat pengunjung. Sehingga umur dari Adsense yang kita gunakan dapat berjalan panjang.

Namun tidak semua mendapat penolakan ada juga yang dalam rentang waktu tersebut berhasil di approve oleh Google Adsense dan mendapatkan PIN yang berarti bahwa Adsense sudah diapprove sepenuhnya.

Demikian, semoga dapat menjawab pertanyaan rekan-rekan yang penasaran dengan fenomena penolakan ini.

No comments:

Post a Comment