Sunday, 6 March 2016

Potret kehidupan masa kini

Sekarang orang sudah banyak yang dibutakan oleh harta, status sosial serta hal lainnya yang lebih kecendrungan ke hal duniawi semata, mereka bangga dengan kemewah-mewahan, saling berkompetisi untuk memperoleh kekayaan, namun bukannya kekayaan untuk kepentingan bekal ke akhirat namun lebih ke hal pamer terhadap sesama.

Jilbab, kerudung, Sarung dan peci hanyalah sebuah fashion belaka, tidak seperti pentingnya menutup aurat, memang berkerudung, berjilbab, memakai peci, namun kelakuan tidak jauh beda dengan orang yang tidak punya akhlak serta lebih mirip kehewan-hewanan.

Tokoh agama bukanlah atas dasar panggilan hati tapi lebih kepada profesi, karena dengan bertopeng tasbih serta memasang papan serta berdalih pengobatan alternatif mereka mengembangkan bisnis yang tidak masuk akal bahkan tidak lebih baik daripada seorang dukun.

Ingin rasanya berteriak dan lari dari lingkungan yang tidak baik tersebut, namun kemana? karena dimana-mana sudah banyak mewabah bahkan itu menjadi sebuah trend. dan itu yang dikatakan sebagai modern sebagai gaul.

Seperti sebuah contoh bagaimana seorang anak gadis dilamar oleh seorang pria, keluarga gadis senang sekali bahkan bangga sampai tidak ada habis-habis nya membicarakan kepada saudara serta tetangga tentang calon menantunya tersebut, karena yang melamar tersebut adalah membawa mobil serta anak seorang pemborong bangunan, bukan apa-apa, coba saja yang melamar adalah pria miskin namun taat agama, apakah hal ini juga berlaku kegembiaraan dan kebahagiaan yang sama??? saya yakin lebih dari 50% tidak, tapi masih ada sedikit orang.

Antar sesama tidak lagi ada kepedulian, bahkan cenderung saling berkompetisi dalam hal pemer atau malah saling menjatuhkan, tidak lagi saling mengingatkan serta menasehati, malah senang jika ada orang yang terjebak pada ketidakbaikan. Apakah ini ciri-ciri masyarakat  yang aman sejahtera serta sentosa?? bukann, bukan.

Semua sudah saling mementingkan diri sendiri, bahkan ada tetangga yang berzina tapi malah dibiarkan padahal akibat dari perbuatan tersebut bukan hanya untuk diakhirat tapi didunia juga dapat membawa bencana, ada tetangga saling bertengkar tidak ada yang melerai tapi malah asik menonton dari kejauhan.

Saya mulai bingung dengan keadaan ini, semoga kita dan teman-teman yang satu frekuensi dapat merubah hal-hal yang tidak baik tersebut menjadi lebih baik.

No comments:

Post a Comment