Monday, 14 March 2016

Tetanggaku suka mencuri pakaian dalam wanita

Saya punya tetangga itu gangguan mental. Dulu pernah sekolah SD tapi saya nggak tahu sampai lulus atau tidak tapi dia bisa membaca dan menulis. Umurnya di atas saya mungkin selisih sekitar 5 tahunan. Dulu waktu saya, kawan-kawan dan dia sering bermain dengan dia, namun hanya saja dia mendapat julukan yang aneh-aneh, disebabkan oleh kelakuannya yang dinilai seperti tidak menggunakan akal untuk melakukan sesuatu dan kalau ngomong pun asal nyeplos saja.

Pernah juga waktu parah-parahnya di bacakan ayat-ayat untuk ruqyah dan dia berteriak-teriak kencang sekali, katanya giginya merasa panas, pokoknya seperti orang kesurupan, namun setelah itu agak sedikit reda dan seperti orang normal.

Namun adakalanya kumat juga sehingga pernah dikarantina di rumah sakit jiwa juga selama beberapa hari kemudian berobat jalan, dan setiap minggu sekali harus kontrol dan selalu meminum obat penenang. Sempat bertahun-tahun dia tanpa keluar rumah, keluar rumah paling hanya di teras rumahnya saja, dan mengurung diri di rumah.

Saya kurang tahu apa itu bisa sembuh apa tidak, tapi yang pasti dia mempunyai hobby itu suka mencuri, yang paling aneh adalah dia suka mencuri pakaian dalam wanita, ada tetangga saya juga wanita mengaku pakaian dalamnya hilang, dan pernah kepergok juga sedang mencuri pakaian itu di rumahnya, sehingga di geledah dirumah dan diketemukan sejumlah pakaian dalam wanita dan tidak tahu masing-masing miliknya siapa.

Juga saya khawatir akhir-akhir ini sejak sekitar 2 tahunan dia sudah mulai keluar rumah lagi, dan suka nongkrong-nongkrong juga tapi dia itu saya pikir aneh, karena ada orang lewat tiba-tiba diteriakin begitu. dan yang saya khawatirkan adalah ketika ada orang lewat kemudian tidak terima atas perlakuannya dan disangka itu orang normal dan bisa jadi masalah nanti.

Pernah juga dia tertangkap mencuri di mall ramayana kudus, ini yang saya heran bisa juga sampai ke sana. naik apa coba. saya juga kurang tahu. tapi tidak pernah dihukum karena keterbelakangan mental tersebut.

Kemudian yang menjadi kecemasan warga sekitar juga akhir-akhir ini dia berprofesi sebagai pemulung, namun saya berharap dia melakukan pekerjaannya secara benar. Kelinci saya yang memang sengaja saya liarkan di pekarangan rumah juga pernah di kandangin di rumahnya, namun ketika saya minta ternyata dikembalikan.

Walaupun begitu warga sekitar memaklumi keadaanya yang memang demikian, dan juga pernah menjadi teman bermain saya dan kawan-kawan waktu kecil , bahkan saya belajar membuat petasan dari dia. Dan semoga dia mendapatkan yang terbaik untuk dirinya.

No comments:

Post a Comment