Sunday, 1 May 2016

Apa yang tidak di dapat dilihat mesin pencari

Ini berguna untuk meninjau jenis konten tidak dapat dilihat oleh mesin pencari namun dapat dilihat dengan indera manusia.

Misalnya, meskipun mesin pencari mampu untuk mendeteksi gambar yang Anda tampilkan, mereka mempunyai sedikit gambaran tentang apa gambar tersebut, keculi dengan informasi yang disediakan dalam atribut alt, seperti yang kita bahas dalam artikel sebelumnya. Mereka hanya dapat mengenali beberapa jenis sangat dasar informasi didalam image, seperti tampilan wajah, atau apakah gambar mempunyai konten pornografi dengan berapa banyak bagian yang berisi tubuh.

Sebuah mesin pencari tidak dapat dengan mudah menceritakan apakah sebuah image berisi gambar Bart Simpson, perahu, rumah, atau angin topan. Sebagai tambahan, mesin pencari secara khusus tidak mengenali apapun text yang dirender di dalam image.

Kenyataannya adalah bahwa mesin pencari mempunyai teknologi untuk menangani jenis ini dari tugas untuk beberapa tingkat. Sebagai contoh, Anda dapt mengambil gambar Taj Mahal dan menariknya/drag ke dalam search box dalam Google pencarian image, dan mesin pencari akan mengenalinya.

Bagaimanapun juga, karena power processing diminta untuk pengenalan image, saat ini mesin pencari tidak mencoba untuk mengenali semua gambar yang mereka jumpai di dalam web.

Mesin pencari juga bereksperimen dengan teknologi untuk menggunakan optical character recognition (OCR) untuk meng-ekstrak konten di dalam image, tapi belum umum digunakan dalam pencarian. Masalah utama dalam pengaplikasian OCR dan teknologi image processing adalah sangat berdasar komputasi dan bukan untuk di praktekan untuk penerapan skala web.

Sebagai tambahan, SEO tradisional yang bijak selalu memegang yang mesin pencari tidak dapat baca Flash file, tetapi ini sedikit dibesar-besarkan. Mesin pencari telah meng-ekstrak beberapa informasi dari flash selama bertahun-tahun, yang diindikasikan dengan Google announcement in 2008.

Bagaimanapun juga, intinya adalah bahwa itu tidak mudah untuk mesin pencari melihat di dalam Flash, satu persoalan besar yang bahkan ketika mesin pencari melihat di dalam flash, mereka masih melihat untuk textual content, Tetapi flash adalah sarana bergambar dan ada sedikit insentif (selain daripada mesin pencari) untuk seorang designer untuk mengimplementasikan text di dalam Flash.

Semua petunjuk semantik yang akan dipresentasikan di dalam text HTML (seperti text heading, text huruf tebal, dan sebagainya). adalah dihilangkan juga, bahkan ketka HTML digunakan untuk dihubungkan dengan Flash.

File audio dan video juga tidak mudah untuk dibaca mesin pencari. Sama dengan image, data tidak mudah untuk diurai. Ada beberapa pengeculian dimana mesin pencari dapat ekstract beberapa batasan data, seperti tag ID3 didalam file MP3.

Mesin pencari juga tidak dapat membaca apapun konten yang berisi di dalam program. Mesin pencari sangat perlu menemukan text yang dapat dibaca oleh mata manusia pada source kode halaman web.

Sebuah contoh teknologi yang dapat ditampilkan secara penting dan dapat dibaca oleh mata manusia yang mesin pencari tidak dapat baca adalah AJAX. Ajax adalah metode berbasis JavaScript untuk merender konten secara dinamik pada sebuah halaman web setelah menerima data dari database, tanpa merefresh seluruh halaman. Ini sering digunakan dalam tool dimana pengunjung di sebuah situs menyediakan beberapa input dan AJAX tool kemudian menerima dan merender konten yang tepat.

Masalah muncul karena konten yang diterima oleh sebuah script yang berjalan pada komputer klien (machine pengguna) hanya setelah menerima beberapa input dari user. ini dapat menghasilkan banyak outpun yang berpotensi berbeda. Sebagai tambahan, selama input diterima, konten tidak dipersembahkan dalam HTML dari halaman, sehingga mesin pencari tidak dapat dengan mudah melihatnya.

Masalah yang sama muncul dalam bentuk lain dari JavaScript yang tidak merender konten di dalam HTML sampai user mengambil tindakan. Bentuk baru dari JavaScript seperti AngularJS, membuat ini bahkan lebih menantang untuk mesin pencari.

Pada HTML 5, sebuah konstruksi yang dikenal sebaga tag embed (<embed>) yang telah dibuat untuk memungkinkan penggabungan dari plug-in kedalam halaman HTML. Plug-in adalah program yang ditempatkan pada komputer pengguna, tidak pada web server atau website Anda. Tag embed sering digunakan untuk penggabungan file movie atau audio kedalam halaman web; itu menceritakan plug-in dimana itu akan terlihat menemukan file data untuk digunakan. Konten yang dimasukkan melalui plug-in mungkin atau mungkin tidak terlihat oleh mesin pencari.

Frames atau iframes adalah metode untuk menggabungkan konten dari halaman web lain ke dalam halaman web Anda.  Iframe lebih umum digunakan daripada Frame untuk menggabungkan konten dari website lain. Anda dapat menjalankan sebuah iframe cukup sederhana dengan kode yang terlihat seperti ini :

<iframe src ="http://pasartradisional.com" width="100%" height="300">
<p>Your browser does not support iframes.</p>
</iframe>

Frame khususnya digunakan untuk membagi konten dari website publisher, tetapi mereka dapat digunakan untuk membawa ke dalam konten dari website lain .

Bagaimanapun juga mesin pencari mengenali sebuah iframe atau sebuah frame yang digunakan untuk menarik konten situs lain, oleh karena itu mensin pencari mengabaikan konten tersebut.

No comments:

Post a Comment