Saturday, 14 May 2016

Memeriksa & Menganalisa masalah SEO pada website yang sudah ada

Melakukan audit pada sebuah website yang sudah ada merupakan tugas penting yang sering dijumpai oleh para Profesional SEO. SEO masih merupakan bidang yang baru secara keseluruhan, sebagai tambahan banyak pengembang web yang masih tidak berpengalaman dalam hal SEO dengan baik. Bahkan, mereka keras kepala menolak untuk mempelajarinya, atau lebih buruk lagi mereka belajar sesuatu yang salah tentang SEO.

Website membutuhkan pondasi  yang kuat untuk menerapkan SEO sehingga dapat mencapai sukses baik itu di perangkat desktop maupun perangkat mobile, Berikut ada beberapa elemen yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi atau meng-audit website :

1. Waktu yang dibutuhkan untuk loading halaman
Apakah loading halaman membutuhkan waktu yang terlalu lama? waktu loading yang terlau lama dapat memperlambat mesin pencari dalam perayapan dan peng-index-an, dan secara nyata dapat mengeliminasi situs Anda dari persaingan di dalam pencarian.

2. Dapat diakses untuk perangkat mobile
Untuk dapat diakses perangkat mobile membutuhkan website yang dapat diakses secara cepat, serta membutuhkan desain yang moble-friendly agar dapat terlihat baik pada perangkat mobile.

3. Manfaat
Website yang mempunyai manfaat adalah awal yang bagus untuk memulai SEO walaupun tidak berdampak secara langsung, tetapi dengan ini pengunjung yang mendapat manfaatnya dapat mempunyai kecenderungan untuk mereferensikan situs Anda kepada orang lain, baik secara online maupun offline.

4. Pemeriksaan kesehatan mesin pencari
  • ketikkan site:<domainanda.com> di mesin pencari untuk memeriksa berapa banyak halaman Anda di index oleh mesin pencari. Bandingkan hasilnya dengan jumlah halaman unik yang Anda percaya ada pada situs Anda. Juga periksa jumlah indexisasi didalam Google webmaster dan tool Bing Webmaster.
  • Periksa Google cache untuk memastikan versi cache halaman Anda terlihat sama dengan versi live
  • Pastikan domain Anda telah di daftarkan pada tool aplikasi webmaster mesin pencari (dan juga subdomain untuk perangkat mobile maupun perangkat lainnya). Google dan Bing saat ini menawarkan verifikasi kepemilikan situs untuk mengaitkan dan melihat bagaimana mesin pencari melihat situs Anda.
  • Periksa istilah pencarian yang anda jadikan Brand untuk memastikan Anda memperoleh ranking terhadapnya (Jika tidak Anda mungkin terkena pinalti, pastikan untuk memeriksa Webmaster tool akun yang telah Anda asosiasikan dengan domain Anda untuk mengidentifikasi adanya pinalti, ataupun informasi yang dapat membantu).

    5. Pemeriksaan kesehatan keyword
    Apakah Anda telah men-targetkan keyword yang tepat? Apakah arsitektur situs menggunakan logika bagaimana cara user melakukan pencarian dengan keyword yang berhubungan? Apakah ada lebih dari satu halaman target yang mempunyai keyword sama (a.k.a keyword canibalization)

    6. Memeriksa adanya duplikasi konten
    Hal pertama pastikan versi non-www halaman Anda (yaitu, http://domainanda.com) 301-redirect ke versi www, atau sebaliknya (ini sering disebut sebagai cannonical redirect) . Sementara itu juga perlu diperiksa tidak mempunyai halaman https: yang duplikat dengan halaman http: Anda. Kemudian selanjutnya periksa konten sebaik mungkin.

    Cara mudah untuk melakukan ini ambil text yang unik dari masing-masing halaman konten utama pada situs dan lakukan pencarian pada Google. Pastikan mengapitnya dengan double quote (yaitu, "kalimat dalam website Anda yang Anda gunakan untuk memastikan adanya duplikat konten") sehingga Google akan mencari untuk string yang tepat. Jika Anda melihat lebih dari satu link yang ditampilkan di dalam pencarian, lihat lebih dekat pada URL ataupun halaman untuk menentukan kenapa ini terjadi.

    Jika situs Anda termasuk situs yang besar dan ini terlalu besar untuk melakukan tugas ini, maka pastikan mengecek hanya sebagian besar halaman yang penting , dan selalu proses review untuk konten baru sebelum di terbitkan di dalam situs.

    Anda juga dapat menggunakan opreator pencarian seperti inurl: dan intitle: untuk memastikan adanya konten duplikasi. Sebagai contoh, jika Anda mempunyai URL dari halaman yang mempunyai komponen khusus untuknya, Anda dapat mencarinya dengan operator inurl: dan melihat apakah mereka mengembalikan hasil lebih dari satu halaman.

    Tugas untuk memastikan tidak ada duplikat konten lainnya adalah dengan memastikan setiap potongan konten hanya dapat diakses oleh satu URL. Masalahnya adalah konten yang sama dapat diakses dengan multiple cara dan dengan multiple URL, hal ini memaksa mesin pencari (dan pengunjung) untuk memilih yang mana versi resmi untuk link tersebut, dan mana yang diabaikan. Jika Anda menerbitkan konten dengan cara yang berbeda, pastikan tidak membingungkan mesin pencari.

    7. Memeriksa URL
    Pastikan jelas, singkat, dan deskriptif. Deskriptif berarti kaya akan keyword tetapi tidak menggunakan keyword yang berlebihan (sebagai contoh, http://pasartradisional.com/jual-beli/sepatu-tidur adalah kaya akan keyword, sebaliknya http://pasartradisional.com/jual-beli/sepatu-sepatu-sepatu-gajah
     adalah terlalu banyak keyword)!. Anda tidak ingin menambahkan parameter (tambahkan seminimal mungkin jika itu memang diperlukan), karena Anda ingin url tersebut simpel dan mudah untuk pengguna (dan spider mesin pencari) memahaminya.

    8. Periksa tag <title>
    Pastikan tag <title> pada masing-masing halaman pada situs adalah unik dan deskriptif. Jika Anda ingin memasukkan brand perusahaan Anda di dalam tag title, pastikan meletakkan nya di akhir dari tag <title>, bukan pada awal, seperti menempatkan keyword pada bagian depan tan <title> (umumnya dikenal sebagai prominence) yang membawa ranking. Juga pastikan tag <title> panjang kurang dari 70 karakter, atau lebar 512 piksel.

    9. Periksa konten
    Apakah halaman utama situs mempunyai cukup teks konten yang terlibat dan apakah pengunjung puas dengan konten tersebut? Apakah semua halaman ini menggunakan tag header? Variasi yang cerdik adalah dengan memastikan jumlah halaman dengan sedikit konten pada situs tidak lebih tinggi dari pada perbandingan jumlah halaman yang ada di situs.

    10. Periksa tag meta
    Pastikan setiap halaman mempunyai meta deskription yang unik. Jika untuk beberapa sebab tidak memungkinkan, putuskan untuk menghapus semua meta tag deskripsi tersebut sama sekali. Meskipun demikian, tag meta deskription umum nya bukan faktor secara langsung dalam ranking, mereka baik digunakan untuk menghitung jumlah duplikat konten, dan mesin pencari secara sering menggunakan tak meta description di dalam SERP.

    11. Verifikasi file sitemap dan robots.txt
    Gunakan Google search console "robots.txt fetch" untuk memeriksa file robots.txt Anda. dan juga verifikasi file sitemap untuk mengidentifikasi semua halaman situs Anda.

    12. Periksa Internal Link
    Periksa apakah ada halaman yang mempunyai link berlebihan, pastikan situs cerdas dalam menggunakan text anchor di dalam internal link. Ini adalah peluang user-friendly untuk memberitahu pengguna dan mesin pencari tentang bermacam-macam halaman di dalam situs Anda, jangan menyalahgunakannya. Sebagai contoh, jika Anda mempunyai link ke home page di dalam navigasi global, sebut saja "Home", tapi Anda memilih kata keyword yang menarik.  Mesin pencari dapat melihat praktek tersebut sebagai kegiatan spam, dan tidak menimbulkan pengalaman pengguna yang bagus.

    Catatan :
    Catatan singkat tentang sekitar penimbunan PageRank: Banyak orang yang melakukan ini secara ekstrem dan membangun situs dimana mereka mengabaikan link yang keluar untuk situs yang berkualitas lainnya, karena mereka takut kehilangan pengunjung dan link authority. Abaikan gagasan ini! Anda sebaiknya mempunyai link yang keluar ke website yang berkualitas. Ini bagus untuk pengguna, dan ini mempunyai kemungkinan untuk keuntungan ranking Anda (melalui membangun kepercayaan dan berdasarkan relevansi pada situs yang Anda me-link kepadanya). Hanya pikirkan apa yang pengguna inginkan dan luncurkan apa yang mungkin mereka ingin.

    13. Hindari subdomain yang tidak perlu
    Mesin pencari mungkin tidak mengaplikasikan seluruh domain adalah terpercaya dan bobot authority link untu subdomain. Ini lebih karena faktanya subdomain tersebut dapat berada di bawah kendali pihak yang berbeda, dan oleh karena itu, dalam mata pesin pencari diperlukan evaluasi yang berbeda. Dalam kasus utama yang hebat, konten yang ditempatkan di dalam subdomain kita dapat mudah diakses di dalam sebuah subfolder, seperti site.com/content , yang berlawanan dengan subdomain content.site.com.

    14. Geolocation
    Jika domain ditargetkan untuk sebuah negara tertentu, Misalnya jika Anda konsen pada ranking untuk negara Indonesia karena Anda mempunyai kantor praktek di Indonesia, Jakarta, pastikan alamat Anda pada setiap halaman situs Anda. Anda juga sebaiknya claim dan memastikan validasi dari daftar tempat Google Anda untuk memastikan konsistensi data.

    15. External Linking
     periksa inbound link untuk situs dengan melakukannya dengan sebuah tool analisa backlink yang banyak tersedia di internet yang dapat mengumpulkan data tentang link Anda. periksa pola yang buruk di dalam text anchor, seperti 87% dari link mempunyai keyword yang penting untuk situs di dalamnya. Kecuali keyword penting tersebut terjadi juga dengan nama perusahaan, ini tentu sebuah tanda masalah. Jenis dari distribusi ini sepertinya hasil dari pembelian link atau perbuatan manipulasi lainnya. dan dan akan (jika belum) sepertinya Anda mendapat pinalti Google manual atau memicu algoritma Google Pinguin untuk memberikan ranking yang rendah kepada Anda.

    Disisi lain pastikan topik kritikal situs, dan keyword tampilkan kadang-kadang.

    Juga periksa apakah ada link ke halaman lain selain home page. ini sering disebut deep link , dan mereka akan membantu membentuk ranking pada situs Anda. Anda sebaiknya langsung mengunjungi situs tersebut, dengan mengunjungi link halaman, dan melihat apakah terlihat membayar untuknya. Mereka mungkin ditandai dengan label "Sponsored" atau tempat mereka mungkin seperti jelas mendapat dukungan yang tidak natural. Terlalu banyak ini akan mengindikasikan tanda suatu masalah.

    Terakhir periksa profile backlink untuk membandingkan dengan backlink profile yang dimiliki kompetitor utama Anda. pastikan ada cukup eksternal link ke situs Anda, apakah ada cukup link dengan  high-quality di dalam campurannya.

    16. Atribut alt pada gambar
    Apakah semua gambar mempunyai keterhubungan, atribut text alt dan filename dengan keyword-rich? mesin pencari tidak dapat dengan mudah menceritakan apa yang ada di dalam gambar, dan cara terbaik untuk menyediakannya adalah dengan memberikan petunjuk melalui atribut alt dan nama file dari gambar tersebut. Ini juga dapat memperkuat dari keseluruhan hubungan di dalam halaman itu sendiri.

    17. Kualitas kode
    Meskipun validasi W3C bukan hal yang diminta oleh mesin pencari, memeriksa kode adalah hal yang bagus (Anda dapat memeriksanya dengan W3C Validator)  .Koding yang buruk dapat mempunyai dampak yang tidak diinginkan . Anda dapat menggunakan tool seperti SEO browser untuk melihat bagaimana mesin pencari melihat halaman.

    No comments:

    Post a Comment