Monday, 20 June 2016

Pohon keramat berbalut kain putih di Krandon Kudus

Pohon keramat di kudus krandon
Pohon kramat berbalut kain putih

Pernahkah kalian melihat pohon dipinggir jalan, atau dimana yang dibungkus dengan kain? dibalut dengan kain kafan atau kain lainnya, ada yang dibungkus kain dengan warna putih, kuning, dan ada juga yang poleng.

Mungkin Anda penasaran, sama persis dengan saya, ketika melihat ada pohon yang diperlakukan demikian.

Dikudus sendiri tepatnya di daerah krandon, ada pohon yang di bungkus dengan kain putih, banyak komentar yang berdatangan dari warga yang lewat. Berikut beberapa komentar mereka mengenai pohon yang dibalut kain tersebut.

1. Emang jujur situ ada penunggunya ada cerita asli ada yang nantang nebang tu pohon, sebelum ditebang dia mati duluan didepan pohon situ entah bener/bukan lebih baik menghormati alam lain saja. Tu dikasih kain critanya ada lomba desa itu intinya lebih detail ya tanya sama pak rt/rw heheheh

2. Wong jobo nek ngarani pager goib , ningg wit iku ono bongso aluse, ben gak ganggu di pageri ben gak metu, bendino di kei sesajen di kei jadah pasar ben gak ngamuk mungkin dia di situ sudah ratusan tahun.

3.  iku wet kembang gading yang brumur puluhan bahkan ratusan tahun gan sis, dimana pas berbunga area stiu ber aroma wangi kemungkinan di kasih kain putih sebagai lambang pohon langka yang di lindungi oleh warga krandon soalnya deket sumur tulak. berfkran positif gan

4. Konon katanya pohon itu dulu di buat sembunyi para prajurit melawan penjajah, dan bertapa untuk menjadi sakti, untuk mengenang makanya di kasih kain putih, dan sekarang di kramatkan, di takuti, kuwi mitos wkwkwk

Entahlah maksud yang sebenarnya saya juga kurang tahu, mungkin ada dari teman-teman yang ngerti mohon untuk di tambahkan.

Terkait itu semua, sekali lagi, Mengapa? Apakah Ada Makhluk halusnya?

Tetapi memang sengaja Orang tua jaman dulu (Khususnya Agama Hindu) mengatakan, jika kita melihat sebuah pohon besar yang selimuti oleh kain putih kuning, atau kain poleng dikatakan kramat.

Makna sebenarnya adalah bahwa kita diberi tanda, bahwa kita harus menjaga alam, dan kita di tuntun supaya tidak menebang pohon. Coba jika pohon besar itu tidak diselimuti kain putih kuning atau kain poleng?  mungkin dua tahun kemudian pohon itu pasti sudah ditebang dan sehingga membuat daerah kita rawan longsor, lalu kekeringan dan banjir.

Dan ada cerita lainnya yang menarik yaitu ada pohon di depan Rumah Makan Dapur Ibu di Bali ini sejatinya pohon biasa, alias pohon peneduh pinggir jalan. Tetapi entah kenapa banyak sekali yang membuang sampah disana, termasuk petugas kebersihan bukannya memungut sampah, .... eh malah suka menimbun sampah di bawah pohon tersebut, Akhirnya terbesit ide, kuselimuti pohon tersebut dengan kain "poleng", dan kuhaturkan "canang" di bawah pohon.

Sejak saat itu tak ada lagi yang buang sampah di bawah pohon yang sudah "kujadikan keramat" tersebut. Yah,  sementara belum ada kesadaran terpaksa pakai jurus menakut-nakuti. Semoga pengalaman ini idenya bisa diterapkan ditempat lain, tentu disesuaikan dg budaya setempat.

Hhahaha.. ada  yang kereatif juga ternyata. dan pastikan kita selalu berpikir positif.

Pohon keramat depan warung Dapur Ibu

No comments:

Post a Comment